Gottes Rache || Jung Jaehyun

Gottes Rache || Jung Jaehyun

  • WpView
    Reads 189
  • WpVote
    Mga Boto 37
  • WpPart
    Mga Parte 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Thu, Mar 14, 2024
WpInfo
Fanfic
NCT
11 tahun yang lalu, Marcell pernah menghancurkan kehidupan seseorang. Bersama 6 teman lainnya, mereka pernah memperkosa seorang gadis di sebuah klub malam. Meski mengakui kesalahannya, namun dia tetap enggan untuk bertanggung jawab. Berasal dari keluarga kapitalis membuatnya lolos begitu saja dari jerat hukum. " Karma! Karma! Kamu akan mendapatkannya!" Marcell menumpukan kedua tangannya pada besi pembatas balkon lantai tiga rumah megahnya. Matanya memicing memandang seorang wanita tua dengan pakaian lusuh berteriak dengan suara parau didepan pagar rumahnya itu. Dia rasa dia pernah melihat wajah itu. Tapi dimana? " Biadab! Kalian biadab! Apa salah anak saya?!" Mulut Marcell sedikit terbuka saat dia mulai mengingatnya. Itu dipengadilan. Saat keluarga korban menerjangnya saat dia memasuki ruang persidangan. " Kalian semua binatang! Tuhan kelak akan membalasnya,--" Teriakan penuh amarah bercampur frustasi itu tidak lagi terdengar saat Marcell beranjak dari balkon dan memasuki kamarnya. Kepalanya dipenuhi oleh satu kata. Karma. Apa itu karma? Does they really exist?
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • It's Always Been You✔️
  • THE VELMORA || THE CROWN : SEASON 2.
  • KOMPLEK PERMATA | Renjun Harem ft. JiChen
  • Renjun- NCT DREAM
  • Sasaeng || Haechan
  • Being a parent?! [markhyuck]✅
  • =PASSION= [MARKHYUCK]
  • LUMIÈRE [Slow Up]
  • [END] Trap | Markhyuck

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman