Hargai penulis, selesai baca 1 part harap beri vote dan komentar supaya ada kepastian yang jelas ❤️ mon maap nih sebelum nya, nih cerita banyak bahasa kasar😂 jadi yang anaknya masih suci gitu, mending kalo belom siap baca nggak ngapa ngapa, skip aja.
__________________________________________
Kadang kita sebagai anak sering dan selalu menjadi bahan tuntutan untuk menunjukkan kesuksesan orangtua, tanpa sadar kita lah yang sebenarnya boneka yang selalu meraka mainkan.
Katharina Jeysi Santoso, ia adalah anak semata wayangnya papa nya, papa yang memiliki sikap tegas, protektif, posesif pada anaknya, ternyata dibalik sikapnya seperti itu, ia menyimpan banyak rahasia dan luka pada dirinya. Tanpa sadar apa yang sudah ia lakukan, telah menyakiti mental anaknya sendiri.
Imanuel Bryant Genta, anak laki laki yang dari kecil sudah di didik mandiri, hidup sebagai tulang punggung keluarga nya, ia memiliki sikap yang ramah pada orang di kenal, dan sikap acuh tak acuh pada orang yang tidak ia kenal. Genta tidak pernah mau mempertemukan ibu nya lagi dengan suaminya, karena ia sendiri sangat benci pada orang yang dulu pernah ia anggap seorang ayah.
Hati seseorang tidak bisa kita ukur dengan dengan benda, dengan materi, perasaan seseorang hanya bisa di rasakan oleh masing masing. Karna, "Hanya mereka yang telah terluka yang bisa memahami mereka yang terluka juga"
Buat yang kepo bisa langsung baca yaaa, jangan lupa vote dan coment biar author nya makin rajin + semangat 👌 satu lagi, boleh nggak aku minta di follow👉👈 hehehehe thx ya
𝘼𝙠𝙪 𝙧𝙚𝙡𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙪𝙣𝙜𝙜𝙪 𝙨𝙚𝙗𝙚𝙧𝙖𝙥𝙖 𝙡𝙖𝙢𝙖 𝙥𝙪𝙣 𝙬𝙖𝙠𝙩𝙪𝙣𝙮𝙖, 𝙙𝙚𝙢𝙞 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙡𝙖𝙧𝙖𝙨𝙠𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙝 𝙠𝙖𝙠𝙞 𝙠𝙞𝙩𝙖 𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙩𝙧𝙤𝙩𝙤𝙖𝙧-Naya
Kalau di pikir-pikir lagi, banyak kenangan yang tidak tahu harus di simpan di mana. Seperti, aku harus apa ketika kenangan itu terputar jelas dalam ingatan?
"Aku menyukainya sendirian, mencintainya sendirian, bahagianya sendirian, cemburunya sendirian, sedihnya sendirian dan mengakhirinya sendirian bahkan sekarang melupakannya sendirian. Gak adil yah?"
Iya.
Tapi aku tidak bisa menyalahkan siapa-siapa disini. Menyalahkan dia? Emang dia buat salah apa? Aku terlalu terbawa perasaan ketika laki-laki itu melakukan aksi sekedar bare minimum. Tapi jika menyalahkan diri sendiri juga, aku tidak salah. Perasaan itu datang bukan di rencanakan.
Berasa lagi nyalahin penjahat tapi penjahatnya tidak tahu siapa. Karena, Di antara kita tidak ada yang menjadi pelaku atau pun korban.
Namun, bolehkah aku sedikit berharap?
✨️ bonus playlist spotify!
baca sambil dengerin lagu yang di rekomendasikan😇❣️
Disclaimer!
Penulis masih berkelahi dengan typonya😘
Cerita ini hanya cerita biasa, bukan spesial apalagi penting.
Start: 09 September 2023
Finish: 05 Juli 2024