RASA ASA

RASA ASA

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 18, 2020
"Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan." - Roma 5: 3-4 "Aku ingin bahagia." Namun, apa itu 'bahagia'? "Aku ingin bebas." Tapi, apa itu 'bebas'? "Aku ingin semuanya cepat berakhir." Lantas, apa itu 'semuanya' dan apa itu 'berakhir'? "Aku ingin- begini dan begitu." adalah sebuah kalimat pembuktian bahwa manusia selalu merasa tidak puas dengan hidupnya. Ah, tidak. Ini tentunya bukan sesuatu yang buruk karena- Jika manusia tidak memiliki rasa ketidakpuasan, apa tujuan aku, kamu, dan kita semua hidup? . . Ini sekumpulan cerita tentang bagaimana beberapa anak, dengan pergumulan hidup yang berbeda, menghadapi hari-hari yang penuh emosi. Rasa ketidakpuasan dan pergumulan dengan diri sendiri memancing mereka untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. [start : 18 Desember 2020.]
All Rights Reserved
#556
masamuda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Behind The Smile (TERBIT)
  • When the Rain Stops Following Me
  • Di Antara Tawa dan Tragedi
  • AMERTA : The Last Embrace
  • Scars To Your Beautiful {END}
  • Raka Alandra (Terbit)
  • Full Of Scratches
  • Beautiful & Broken
  • AKU HANYA UNTUK NAURA

| Self discovery | Family & Relationship| slice of life | coming of age | "Behind The Smile" Di balik tawa dan vibes ceria, siapa yang nyangka ada luka yang nggak kasat mata? Ini cerita tentang tiga anak muda yang hidup bareng di satu tempat, tapi masing-masing punya "baggage" hidup yang berat banget buat diomongin. Ada yang struggle banget karena nggak pernah dapet support penuh dari keluarga, terutama soal pendidikan. Komentar negatif dari orang sekitar bikin overthinking nggak kelar-kelar. Ada juga yang tumbuh di keluarga broken home, dipaksa ngikutin mimpi orang tua yang nggak nyambung sama passion-nya. Kasih sayang? Nihil. Dia cuma bisa bertahan karena nggak punya pilihan lain. Terus ada lagi yang mentalnya udah remuk karena sering dibandingin sama saudara atau orang lain. Support emosional dari keluarga? Jangan harap. Mereka keliatan fine di luar, senyum terus, ketawa terus. Tapi di balik itu? Mereka lagi perang sama diri sendiri. Pas hidup makin kerasa toxic dan jalan keluar nggak kelihatan, apa mereka bisa nemuin power buat bangkit lagi? Let's find out their journey-raw, real, and relatable banget dalam "Behind The Smile"

More details
WpActionLinkContent Guidelines