Perempuan Nakal

Perempuan Nakal

  • WpView
    Reads 696
  • WpVote
    Stimmen 1
  • WpPart
    Teile 27
WpMetadataReadErwachseneninhaltLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mi., Sep. 28, 2022
WpInfo
Belletristik
Romantik
Aku bukan perempuan idealis yang menempatkan cinta di atas segalanya. Aku adalah perempuan realistis yang punya pandangan bahwa cara cepat menjadi kaya dan hidup mapan adalah menikah dengan pria kaya dan mapan. Namun rata-rata, pria kaya dan hidup mapan mereka sudah berumur, duda, atau laki-laki yang sudah punya anak istri. O, iya! Aku seorang muslim, namun seseorang pernah menyebutku "Perempuan Nakal" ( Cerita ini hanya fiktif belaka. Bila ada kesamaan nama, tempat, dan peristiwa itu hanya kebetulan. ) Isi cerita diedit/revisi kapan saja. @Cover by Ib*s P***t
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Angel To Raya (END)
  • DI JODOHKAN DENGAN WANITA BERCADAR (LENGKAP)
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis
  • Insyaallah Berkah Selamanya - TELAH TERBIT
  • AILAH(END)✅
  • ADA PELANGI DI UJUNG WAKTU
  • Way To You (END)
  • Our Journey To Love
  • Istri Atau Sarjana [Tamat]

Cerita ini menceritakan tentang wanita yang di nikahi bukan karena CINTA melainkan harapan. Ya, harapan akan sesosok malaikat kecil yang di impikan untuk melengkapi sebuah bahtera rumah tangga. Raya, nama yang menjadi kandidat Indra untuk calon ibu dari bayinya kelak. Bayi yang akan melengkapi kisah kasih pernikahannya dengan Maya wanita pemilik cintanya. Sementara itu Raya selalu menganggap Indra seperti Angelnya. Orang yang memberinya harapan baru dengan janji. Janji yang tak pernah ia tepati. Lalu apakah Raya akan menerima Indra? Apa selamanya ia hanya akan di jadikan yang kedua? Atau mencari Angel yang lain?? "Mengapa kau melamarku?" tanyaku menatap pada lelaki di depan. Lelaki yang sebulan lalu berhasil mengisi hatiku. Bahkan, sampai sekarang pun masih. "Aku telah mengatakannya, istriku yang memintamu. Ia ingin memiliki seorang anak dan ia tahu ia tak bisa memilikinya sendiri." "Maksudmu aku hanya kalian anggap sebagai sapi perah, begitu?" tanyaku sinis. "Tidak, tidak Raya. Tentu saja tidak." "Apa kau mencintaiku?" tanyaku mengalihkan topik. Sekilas aku melihat Indra menegang sebelum dengan cepat ia kembali menguasai diri. "Maaf, aku tidak mencintaimu, mungkin belum. Tetapi aku berjanji akan mencintaimu. Bagaimana apa kau mau menjadi istriku?" * * * Huhuhu. Penasaran Raya terima Indra atau gak? Cus, langsung di kepoin aja. Udah END loh!:()

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien