Dunia Paralel

Dunia Paralel

  • WpView
    Reads 1,056
  • WpVote
    Votes 104
  • WpPart
    Parts 38
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 28, 2023
"How it feels being God's favorite child?" Abe terdiam, pertanyaan yang tidak pernah disangkanya akan keluar dari mulut orang itu. Lama dia menunduk, untuk kemudian berani menatap mata yang sedari tadi melihat ke arahnya. Perempuan itu tersenyum, tipis. Ada tarikan napas dalam sebelum akhirnya dia membuka mulut lagi. "Kayaknya gue harus pergi." Seperti dua lingkaran yang berputar pada porosnya masing-masing. Bersisian tapi tidak pernah bersinggungan (lagi). Apa jadinya ketika suatu kebetulan memaksa mereka bertemu lagi? Abe memandang jalanan gelap. Orang itu menghilang -lagi, untuk kesekian kalinya. Mungkinkah saja ada, satu semesta yang lain? Berjalan sejajar garis sadarku dan engkau di sana? -Adhitia Sofyan, Dunia Paralel
All Rights Reserved
#150
collegelife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ex or New? [REVISI]
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Misteri- US
  • Our Life
  • Replaced With Happiness
  • Dua cangkir satu Meja
  • KARAFERNELIA
  • Renjana Niskala [slow up]

Ubur-ubur ikan lele, mampir dulu lee.. Apa rasanya saat seseorang yang dulu kamu anggap segalanya, perlahan berubah jadi orang asing? Alea tahu rasanya ditinggalkan tanpa penjelasan. Dikhianati oleh diam yang menyakitkan. Saat Zayn, laki-laki yang pernah ia percaya akan jadi akhir ceritanya, memilih pergi tanpa kata pamit, Alea belajar cara menyembuhkan luka sendiri. Namun hidup selalu punya kejutan. Saat semua tentang masa lalu perlahan ia kubur, muncul seseorang yang tak pernah ia duga. Alegra. Dingin, menyebalkan, tapi... perlahan jadi tempat Alea berlabuh. Tapi bagaimana jika bayang-bayang masa lalu belum benar-benar selesai? Saat Alea harus memilih, antara bertahan pada kenangan, atau membuka hati untuk seseorang yang baru. Kadang, pertanyaan terbesar bukan tentang siapa yang datang, tapi siapa yang layak untuk tetap tinggal. Alegra memasukan tangannya ke dalam saku hoodie-nya. "Udah cukup ngobrolnya. Nanti kita ketemu lagi." Alea mendengus. "Siapa yang bilang kita bakal ketemu lagi?" Alegra menyeringai. "Takdir." Jangan lupa vote, komen, and follow juga akunnya. See you..

More details
WpActionLinkContent Guidelines