Two Precious People [SELESAI]

Two Precious People [SELESAI]

  • WpView
    Reads 2,970
  • WpVote
    Votes 1,644
  • WpPart
    Parts 72
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 1, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Apa kau tau, rasanya ditinggal oleh seseorang yang sangat berharga untuk kita, memutuskan untuk kembali pamit ke langit di atas sana?..........Itu sangatlah berat untuk seorang Tasya, bahkan untuk semua orang yang mereka tinggalkan. Terkadang kita bisa kuat dan Sekokoh batu, namun di balik itu, masih tersimpan kesedihan yang berakibat layaknya seorang bayi kecil yang di tuntut untuk berlari... Mustahil memang, tapi itu kenyataan nya. Seolah-olah semesta menampar dan berkata "jalanmu ku persulit dulu yaa, agar bahumu semakin kuat dan hebat" Mereka hanya manusia biasa yang sedang belajar jatuh cinta, peka, dan memaafkan "Kamu pergi di saat aku sudah menjadikanmu sebagai alasan, dimana aku bisa tersenyum dibalik semu luka ini"
All Rights Reserved
#88
17
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • LUKA (COMPLETE)
  • Sejenak Luka
  • KENAPA HARUS AKU?
  • Waktu?
  • My Savior My Affection
  • A Fractured Soul

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. Semua orang mengatakan Gita adalah penyebab kematian saudara kembarnya. Tidak ada yang peduli untuk bertanya bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang selama ini selalu berada di sisinya. Sejak tragedi itu, hidup Gita berubah sepenuhnya. Gadis yang dulu ceria kini hidup dalam bayang-bayang masa lalu, dikelilingi tatapan yang menghakimi dan tuduhan yang tak pernah hilang. Bertahun-tahun kemudian, ketika ia mulai mencoba menata hidupnya kembali, serpihan kebenaran yang lama terkubur perlahan muncul ke permukaan. Namun semakin dekat Gita pada jawaban yang selama ini ia cari, semakin ia menyadari bahwa tidak semua luka berasal dari kebencian. Sebagian lahir dari kata-kata yang tak pernah diucapkan. Dan sebagian lagi dari pertolongan yang datang terlambat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines