We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
MASTER
  • WpView
    Reads 93
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 3, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Aku akan membayar setiap tetesan air matamu" Ferisky Ardiyan. "Jika kau mengatakan bahwa di dalam hatimu ada diriku, lalu mengapa engkau tidak merasakan rasa yang sama sepertiku?" Avelia Anantasya. Cerita ini bukan sekedar cerita tentang kehidupan dua insan yang saling bertukar rasa. Tapi kedua insan yang saling bertukar cerita untuk menimbulkan rasa. Duan insan yang memasuki kendaraan misterius yang menyebabkan ilmu dan tingkat kecerdasan mereka bertambah. Jangan baper, kalo baper ya gapapa dan jangan sampek halu. Ambil yang baiknya aja bukan yang buruknya, jangan sampek kebalik. Let's read!
All Rights Reserved
#11
iky
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Inside You
  • Sudut pandang (felisha)
  • THE CLIMB [Completed]
  • [END] Blind Rainbow
  • Quiet Girl VS Insensitive Boy[END]
  • Blonde & The Cold Heart [TERBIT]
  • Koordinator Cjr
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]

"Coba Atha tebak, apa yang jauh di mata tapi dekat di hati?" "Usus." "ATHAA!" ___ Begitulah Atha di mata Netha. Serius, dingin dan kaku. Jika Netha selalu mengejar Atha, maka Atha selalu mengejar uang. Jika Netha selalu mencintai kehadiran Atha, maka Atha selalu mencintai pelajaran hitung-hitungan. Jika Netha selalu berambisi mengejar untuk mendapatkan Atha, maka Atha selalu berambisi untuk mengejar cita-citanya. Netha dan Atha. Keduanya bagaikan langit dan bumi, Yin dan Yang serta air dan api. Sedikitpun tak ada celah bagi Netha untuk mendapatkan Atha dalam hidupnya, Atha yang selalu melihat ke depan, Atha yang selalu bergerak maju tanpa memerhatikan sekelilingnya membuat Netha harus mengejar sosok itu dengan cepat. Hingga pada akhirnya Netha berhasil menghadang jalan Atha, gadis itu menjulurkan tangan agar dapat berjalan bersama-sama namun ditepis dengan cepat oleh Atha. "Lo tahu? Rasa lo itu cuma sekedar ambisi buat ngedapatin gue. Gue enggak mau buang-buang waktu buat ngeladenin orang kayak lo." -Atha Adithya- "Kamu selalu jalan ke depan, natap ke depan, buru-buru tanpa mencoba menikmati setiap momen di samping kamu. Memangnya di depan ada apaan sih?" -Netha Fanindita-

More details
WpActionLinkContent Guidelines