Angan-angan Secangkir Teh

Angan-angan Secangkir Teh

  • WpView
    LETTURE 280
  • WpVote
    Voti 52
  • WpPart
    Parti 13
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione lun, mar 8, 2021
Aku adalah air yang dijerang olehmu pada pukul 4 sore untuk kaunikmati saat senja tiba Hati-hati mengubahku menjadi secangkir teh tanpa gula; tawar dan tajam Kau yang cantik juga dingin menyeruputku tanpa sungkan 1 teguk, 2 teguk, 3 teguk Kue kering matang dan kauletakkan aku sebagai segenang air tanpa perasaan Aku tersisa dan sungguh, aku masih mencintaimu
Tutti i diritti riservati
#18
aanmansyur
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • About My Poem
  • ANGKASA
  • Diam
  • Andai bisa
  • Senandika untuk yang Tak Bernama (GreShan)
  • You're Here, But Not For Me

Dia ada, tapi tidak seharusnya. "Kamu nggak pernah percaya sama sesuatu?" Tepian itu kini kugambar perlahan. Sebelah sini: manusia yang nyata, dunia yang nyata. Sebelah sana: senyummu yang dulu kusangka nyata... "Siapa lagi yang harus kupercaya!!" Sentuhan, hembusan, tatapan, pergerakan, rasa cinta, rasa sayang, semua terasa begitu nyata. "Aku nggak bakal pergi, aku bakal selalu ada buat kamu." Semua itu membuatku terjatuh, terlena, rasa ingin terus menetap. Namun, bayangmu, menghilang perlahan, bagai serpihan pasir. "kenapa... kamu- arrgghh!! Harusnya kamu pergi! hilang!" Kamu berbohong, kamu meninggalkanku. Kamu yang memaksaku percaya pada cinta, tapi kamu juga yang menghancurkan kepercayaan itu. Dan Aku, kembali sendiri. "Mas? Kenapa teriak-teriak?"

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti