SYCOPATH BROTHER

SYCOPATH BROTHER

  • WpView
    Reads 28,198
  • WpVote
    Votes 240
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 11, 2024
Hidupku berubah sejak Ayah angkatku membawaku tinggal di rumah besar nan mewah dua tahun lalu. Ayah sangat menyayangiku karena putri dan istrinya meninggal tiga tahun lalu dalam tabrakan beruntun di bandung. Tetapi semua kenyamanan dan kebahagiaanku tiba-tiba saja menghilang saat Ayah juga meninggal dalam kecelakaan kerja dan meninggalkanku dengan kakak tiriku Dicky Rion Palaga yang memunculkan rasa yang salah dalam diriku. ~| Celine Adelia |~ Gadis itu benar-benar membuatku pusing dan ingin sekali mengusir dan menendangnya keluar dari hidupku. Kepolosan dan keluguannya yang kelewat batas sesekali bahkan menjadi sangat menyebalkan. Tapi di samping menyebalkan dia juga aneh saat berhadapan denganku wajahnya terkadang bersemu merah entah karena apa. ~| Dicky Rion Palaga |~
All Rights Reserved
#520
chicklit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SURVIVING SURIA (COMPLETED)
  • SECRET OF JACKSON
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • All My Fault✔
  • MENIKAH KARNA DENDAM (COMPLETED)
  • Between My Heartbeats (COMPLETED)
  • Captivated Me 2: Belenggu [END]
  • TIME (END)
  • [End] Behind The Wedding

"Kumau kamu lepas jilbab itu selama terikat kontrak kerja denganku! Bagaimana?" ujarnya saat aku baru memasuki rumahnya. Sebenarnya hati ini mau menolak, tapi bayangan wajah kakak di balik jeruji, membuatku mengangguk pelan. "Satu lagi, kamu tidak boleh keluar dari kamar. Selain atas perintahku. Oh ya, jangan sembarangan membuka mulut!" tambahnya lagi. Aku melirik wajah dingin itu. Menakutkan. Kalau mau membatalkannya pun, sudah terlambat. Ku hanya bisa pasrah. What doesn't kill you, makes you stronger. Lalu dia memanggil salah satu pembantu, memintanya untuk mengantarkanku ke kamar. Pembantu itu membawaku ke sebuah kamar di ujung ruangan, mempersilahkan masuk lalu menutup pintu dan menguncinya dari luar. Aku duduk di tepi ranjang, membayangkan masa lalu dan masa depan. Hidup adalah serangkaian misteri Illahi. Sebaris kalimat ini, sudah cukup untuk mewakili sekelumit kehidupanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines