An Incovenient Flame

An Incovenient Flame

  • WpView
    GELESEN 617,493
  • WpVote
    Stimmen 37,171
  • WpPart
    Teile 44
WpMetadataReadErwachseneninhaltAbgeschlossene Geschichte Sa., März 20, 2021
MATURE CONTENT. HARAP BIJAK DALAM MEMBAJACA [+21] ------ Wanita itu duduk bersebelahan dengan pria yang dilihatnya sedari tadi. Dia memesan satu gelas gin supaya tidak terlihat bahwa dia sedang menguntit laki-laki ini. Laki-laki yang membuat dunia bergidik ketika menyebut namanya, Alexander Strife. "Nona, aku tahu kau memperhatikan ku dari tadi." Ujar laki-laki itu. "Anda berbicara dengan saya?" Laki-laki itu tersenyum miring. "Aku bisa saja langsung menembakmu disini, tapi sebelumnya aku penasaran. Siapa yang menyuruhmu?" Wanita itu gelagapan, terkejut mendengar penuturan laki-laki itu. "Tidak. Tidak ada siapapun yang menyuruhku, aku hanya ingin meminta tolong padamu." "Aku bukan orang yang baik, Nona. Sepertinya kau meminta tolong pada orang yang salah." "Tidak. Hanya kau yang bisa membantuku." Ucap wanita itu dengan sungguh-sungguh. Mereka bertatap-tatapan cukup lama, pria itu sedikit iba padanya. "Jadi apa maumu?" Wanita itu terdiam cukup lama, ragu untuk mengatakannya. "Marry Me." 🏅1 in #Romantic at 27 June 2021 🏅4 in #Adult at 24 June 2021
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Plot Twist - Hartono's Fam
  • In The Eyes Of Yours
  • Istri sang CEO [ENDING]
  • Marchel And Zarra
  • Secret Life
  • Mr. Right For Now
  • Mommy QueenBie  (PINDAH KE KUBACA)
  • My Cold Husband (KeVio) [COMPLETED]
  • WEDDING ABSTRAK《on going》
  • Perfect Villains✅

Janda, bukan sembarang janda! Duda, bukan sembarang duda! Don't mess with us, or... ... Highlight! "Please let me go" Malik menatap Saralee yang sedari tadi menghindari tatapannya. "Don't leave me, please... kamu mau aku berlutut sampai bersujud, akan aku lakukan, just.. please don't leave me, I can't.. I can't live without you, honey please" "You think I am oke after that night? The nightmares always come to me, my body always shaking when I remember that night, what I supposed to do?" Akhirnya Saralee menatap Malik. "It's getting worse every single day, Mas" ucapnya dengan isak tangis. Malik terdiam melihat wanita di depannya hancur, dia mendekat hendak memeluknya. "Don't! Don't ever touch me!" "Honey, please.. beri aku kesempatan ya? Ini hanya kesalah pahaman" "Salah paham dari mana, Mas?" Teriak Saralee. "You always talk for me to letting you go, but what about letting go of the future? Our future? We planned so tightly, our future?" "Our future was gone when you got in touch with that woman, aku gak tahu kapan ini semua di mulai sampai kamu berani membawa wanita itu ke rumah kita! Ke kamar kita mas!" "Enough! I'm not in my best mental health right now. Life is so full of burdens and pressures that I no longer find my favorite things exciting. Lately, I haven't asked for much. I woke up every day wanting and hoping to be okay. So please let me go! If you still love me please let me go. Menikah sama kamu adalah sebuah kesalahan untukku, I just want to kill myself so I never felt this pain.. please Mas, Please let me go" Telak! Kalimat terakhir itu benar-benar membuat Malik hancur, dia tidak bisa melihat istrinya kesakitan seperti ini, jadi Malik memutuskan untuk merelakannya saja. "Oke.." Malik memejamkan matanya sambil memijat pelipisnya. ".. oke aku akan kabulkan mau kamu"

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien