Unspoken ties

Unspoken ties

  • WpView
    Reads 105
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 2, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Tidak ada yang benar-benar tahu hubungan antara Ayla dan Leon. Mereka bukan pacar, tapi juga bukan sekadar teman biasa. Di kampus, mereka selalu terlihat bersama, Leon yang protektif, Ayla yang seolah terbiasa dengan keberadaannya. Semua orang bisa melihat bagaimana cara Leon memperlakukan Ayla, tapi tidak ada satu pun dari mereka yang pernah mengatakan secara resmi bahwa mereka bersama. Yang membuat orang makin bingung adalah sikap Leon. Dia tidak pernah memberi kepastian, tapi juga tidak pernah membiarkan siapa pun mendekati Ayla. Sampai suatu hari, Ezra datang. Berbeda dengan Leon yang selalu menggantungkan hubungan, Ezra tahu apa yang dia mau. Dengan kehadirannya, Ayla dihadapkan pada sesuatu yang selama ini tidak pernah ada pilihan. "Gue kangen sahabat kecil gue." - Ayla "Dia milik gue." - Leon "Bisa kasih gue kesempatan?" - Ezra Untuk pertama kalinya, Ayla harus menentukan ke mana hatinya sebenarnya berpihak.
All Rights Reserved
#687
college
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [BOYS LOVE] Be My Special Lecture
  • ALEXANDER (COMPLETED)
  • Treacherous
  • Lo, Itu Punya Gue! ✓
  • MAHESA
  • - LOVE CLASS -
  • LDR
  • ARENA
  • ALTEZZA EL !On Going!

Buat Alden, gak ada yang lebih menarik ketimbang dua hal: kalkulus dan Pak Rio! Hidupnya udah kayak playlist yang stuck di repeat. Bangun, mandi, kuliah, pulang, dan mikir gimana caranya bisa ngucapin "Selamat tidur, Pak". Sampe akhirnya kesempatan itu datang tanpa disangka-sangka, meski perlu perjuangan buat puasa ketemu dosen idamannya itu. Ya, Alden harus rela buat gak ketemu Pak Rio selama tiga bulan karena dosen idaman seantero Fakultas Sains itu ikut short course ke Paris. Tapi, gak apa-apa, semua terbayar dengan mandat besar dari Pak Rio yang bikin Alden harus nge-Zoom tiap hari, bahkan saat gak sengaja lihat dosen yang sugar-daddy-able itu lupa nutup kamera pas ganti baju. Uh! Tapi, imajinasi liar Alden ternyata gak semulus dada Pak Rio. Dia harus menelan pil pahit saat Pak Rio pulang ke Indonesia. Untung ada Richie, si paling ekstrovert di kelas, yang tampil paling peduli sama Alden ketika hidup Alden berantakan setelah Pak Rio pulang. Sampai Alden akhirnya mulai bangkit dan mengenal sisi lain Richie, si anak paling males ngerjain tugas tapi ternyata punya sisi kemanusiaan yang bikin terharu. Dia tahu semua itu setelah menghabiskan waktu 24/7 dengan si anak band dengan sejuta rahasia yang gak disangka-sangka itu. Pada akhirnya, Alden gak tahu harus memilih jalan yang mana. Menggandeng tangan Pak Rio yang sangat meyakinkan bahwa dia telah selesai dengan seluruh persoalannya. Atau, mengikuti pundak Richie yang sangat manis tapi jalan terseok-seok seolah tanpa arah? Karena yang Alden butuhkan bukan sekadar cinta sejati, tapi berdamai dengan dirinya sendiri yang selalu dibayangi masa lalu dan suara batin yang gak berhenti bergejolak. Argh! Help me!

More details
WpActionLinkContent Guidelines