Unspoken ties

Unspoken ties

  • WpView
    Reads 105
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 2, 2025
Tidak ada yang benar-benar tahu hubungan antara Ayla dan Leon. Mereka bukan pacar, tapi juga bukan sekadar teman biasa. Di kampus, mereka selalu terlihat bersama, Leon yang protektif, Ayla yang seolah terbiasa dengan keberadaannya. Semua orang bisa melihat bagaimana cara Leon memperlakukan Ayla, tapi tidak ada satu pun dari mereka yang pernah mengatakan secara resmi bahwa mereka bersama. Yang membuat orang makin bingung adalah sikap Leon. Dia tidak pernah memberi kepastian, tapi juga tidak pernah membiarkan siapa pun mendekati Ayla. Sampai suatu hari, Ezra datang. Berbeda dengan Leon yang selalu menggantungkan hubungan, Ezra tahu apa yang dia mau. Dengan kehadirannya, Ayla dihadapkan pada sesuatu yang selama ini tidak pernah ada pilihan. "Gue kangen sahabat kecil gue." - Ayla "Dia milik gue." - Leon "Bisa kasih gue kesempatan?" - Ezra Untuk pertama kalinya, Ayla harus menentukan ke mana hatinya sebenarnya berpihak.
All Rights Reserved
#595
college
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Matahari
  • Suddenly Married {SM}
  • Cool Ketos💣[End -- Sudah Terbit]
  • ARENA
  • Horibble Woman (END)
  • Love Letters [END]
  • - LOVE CLASS -
  • Burning Boundaries [REVISI]
Matahari

Aditya Baskara benci ketika mengingat acara bunuh dirinya yang tak jadi karena dipergoki oleh seorang gadis cacat kaki bernama Arunika Ahana. Terlebih lagi dengan ucapan sarkas gadis lemah itu. Setelah kejadian itu, Arunika masuk ke dalam daftar jajaran orang yang harus Baskara jauhi. Tapi di kemudian hari, Baskara dengan tak ada harga dirinya malah memohon Arunika untuk memeluknya ketika astraphobia-nya kambuh. Baskara agaknya sudah semakin gila ketika tanpa sadar tiap malam ia selalu rindu akan pelukan Arunika. Sehaus kasih sayang itu kah dirinya? "Itu air buat gue, 'kan?" "Bukan. Ini buat Arvi." "Arvi?" Baskara tersenyum kesal, menatap tajam Arunika. Dia menunduk mensejajarkan kepalanya dengan Arunika dan membawa tangan gadis itu menyentuh rahangnya. "Yang butuh perhatian itu gue, bukan Si Ingusan itu." "Kamu-!" "Gue haus, Aru-haus kasih sayang lo." 23. 08. 2024 [ Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines