Dia Sempurna

Dia Sempurna

  • WpView
    Reads 10,102
  • WpVote
    Votes 449
  • WpPart
    Parts 38
WpMetadataReadOngoing7h 6m
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 1, 2025
WpInfo
Fiction
Social Themes
Dua manusia yang memiliki kisah silam tersendiri, bertemu melalui taaruf lalu disatukan dengan ikatan perkahwinan. "You're perfect, Darma. Being vulnerable to me doesn't make you any less." - Hanisah Aulia, gadis yang serba kekurangan. "You don't know me that well. Only the surface, and not that many has the will to discover what's underneath it because you either survive or drown to the base." - Muhammad Darma, lelaki yang serba-serbi sempurna. Orang yang dah kenal lama pun boleh bergaduh, inikan pula mereka yang berkenalan tak sampai sebulan. Justeru alam perkahwinan menjadi tempat untuk menentukan ikatan itu. "Kalau saya semudah itu untuk tergoda, kita tidak akan duduk di sini menonton filem. Kita akan berada di kamar seharian. Mengejar pahala." - Muhammad Darma. "Maksudnya ada benda yang selalu berbisik dekat telinga awak tu. Orang ketiga bila kita duduk berdua macam ni." - Hanisah Aulia. # 2 in care ••• COVER BY: -THEWOLY
All Rights Reserved
#47
taaruf
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Putih abu-abu
  • Secret of September
  • BENAR UNTUKMU [C]
  • TAKDIR DUA RAHSIA [OG]
  • SAKITI AKU! [ ✅ COMPLETED ]
  • Semesta Yang Melarang (C)
  • BUKAN KERANA DIA [C] ✔ - لله تعالى
  • 𝐌𝐫𝐬.𝐑𝐢𝐲𝐲𝐚𝐝𝐡 𝐙𝐚𝐲𝐲𝐡𝐝𝐢𝐭𝐡 : 𝐇𝐢𝐬 𝐋𝐞𝐠𝐚𝐥 𝐖𝐢𝐟𝐞 [✓]
  • MY AYDEN DARHWISH [C]

Rio menatap gadis yang berjongkok di depannya menangisi kuas yang telah terbagi menjadi dua di depan teras rumah. pria itu menjajarkan berjongkok dan emncoba menatap mata Andini yang angkuh namun kini dipenuhi dengan air mata. "jangan nangis, berisik, saya terganggu" Andini menatap Rio dengan penuh kemarahan. "pasti lo yang kasih tau ke papa dan mama kan?! daar tukang ngadu! harunya lo tau diri! gue udah cukup baik dengan nerima lo di rumah gue!" itulah ucapan kasar Andini yang selalu membal di hati Rio. setelah seminggu berlalu, Andini menatap sebuah kuas yang sama persis terletak di dalam tasnya 'jangan nangis berisik' Andini tau kuas itu dari siapa, dan dari mana asalnya. dan dalam seminggu jantung Andini ebrdetak kembali lebih cepat seperti biasa, ketika ia terlalu dekat dengan Rio, ketika Rio menggendongnya di belakang, atau ektika Rio pasrah menjadi bulan-bulanannya. dan Andini tahu, itu bukan sekedar kagum. ia jatuh cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines