Eros dan Hawa

Eros dan Hawa

  • WpView
    Membaca 8,941
  • WpVote
    Vote 369
  • WpPart
    Bab 11
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Apr 17, 2022
Seorang manusia tidak dapat memilih dilahirkan dari keluarga seperti apa, tidak dapat memilih tumbuh dan berkembang di lingkungan seperti apa. Tuhan selaku sang pencipta berhak mengatur semua kehidupan kita dengan berbagai cara dan alasan-Nya. Begitupun Hawa Najeda, Tuhan mempermainkan hidupnya dengan takdir yang begitu apik, banyak peliknya sampai ujung bahagia susah untuk bersarang dalam hidupnya. Sungguh semua menjadi mati rasa. Tapi entah mengapa hidupnya tidak bisa berada dalam suatu titik tapi tetap berada dalam suatu koma, yang sudah sangat ingin ia tinggalkan. Saat perlahan separuh nyawanya direnggut oleh takdir, menyisakan ruam yang membekas tanpa ampun. Semua seakan tidak ada ujungnya, saat ia kembali lagi bertemu dengan masalah besar yang merubah hidupnya. Bertemu dengan Eros teman kakaknya yang brengsek memberikan gambaran kepada hidupnya tentang cinta walau tetap dibalut dengan luka. Sebab sejatinya dirinya masih berada dalam satu garis lurus dengan koma, bukan titik. Tuhan dan takdirnya, ahhh tidak bisa ditebak. 21+ (harap bijak dalam membaca)
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#587
kekerasan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • HE'S COMEBACK
  • Di bawah Rinai Asmara [SELESAI]
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • My Second Life (Completed)
  • ILHAM UNTUK MELLY [SELESAI]
  • NEVER LETTING YOU GO (END)
  • Jah, Beauty Isn't Forever
  • Karena Kamu Rumahnya
  • "Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END]

Siapa yang tahu kehidupan akan berakhir seperti apa ? Bahagia atau malah nelangsa ? Cinta juga begitu. Siapa sangka kisah pada masa lalu yang kembali hadir, namun membawa kisah baru. Menurutmu, ini akan menjadi bahagia, atau luka ? "Itu gamungkin Yo, aku ga bisa hidup dengan dua pilihan seperti itu. Lebih baik kita udahan aja." Seorang wanita cantik terduduk dengan lesu, menahan tangis yang kini memaksa untuk keluar. Menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya berharap tangisan itu tak terlihat. Tapi nihil, pria dihadapannya sudah terlanjur tahu. "Kalau nanti aku kembali, aku berharap kamu masih menjadi wanita yang sama. Dengan hati yang masih merasa ada aku. Aku pamit." Ucap pria itu kemudian pergi meninggalkan wanitanya yang kini sudah mulai menangis tersedu. Tangisannya tak akan mengubah apapun, kan ? Bahkan mencegah kekasihnya untuk tidak pergi darinya pun, tak mungkin bisa. *** Asilah.R

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan