Viana
  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 24, 2021
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- DUGG!!! "Aduhhh..." Sebuah bola mendarat terkena kepala gadis itu tanpa sengaja dan membuat gadis yang sedang melamun dalam kesedihannya itu tersentak seketika. Ia pun mengambil bola yang mengenainya itu dan hendak mengembalikannya lagi kepada pemiliknya. Saat ia membalikan badannya terasa tangan kecil yang memeluk kakinya. Seorang anak perempuan yang ia perkirakan umurnya 3 tahun telah memeluknya. "Kakak cantik ga boleh sedih nanti Abin ikut sedih" dengan raut yang tak kalah sedih dengannya gadis kecil itu memandang dan menatapnya dari bawah seolah memberikan kekuatan dan semangat untuknya. Seketika rasa sedihnya itu lenyap seperti diserap oleh mata gadis kecil ini. Ia pun berjongkok agar tingginya sejajar dengan gadis kecil manis itu dan memberikan senyuman. "Engga, kakak ga sedih kok, cuman kelilipan aja makanya mata kakak berair". Gadis kecil itu pun menatap matanya dalam seolah mengetahui jika ia sedang berbohong tapi tak mengatakan apapun. Gadis yang menyebut dirinya Abin itu mengulurkan tangannya, tersenyum lebar dan berkata "Perkenalkan kakak cantik, aku Sabina Navilla Tabian, umur 3 tahun lebih 7 bulan". Meuni manis pisan ieu budak teh, batinnya. Ia pun membalas uluran tangan gadis kecil itu sambil tersenyum, "Hallo Sabina, perkenalkan juga, Kakak Viana Anara, 24 tahun lebih 5 bulan." "Nih, bolanya. Kamu kok sendirian?" Viana bertanya sambil berdiri dan mengulurkan bola tadi kepada Sabina. Tanpa menjawab pertanyaan dari Viana, Sabina langsung memeluk kembali Viana dengan sangat erat. "Abin mau jadi anak Mama Vi! Ga boleh nolak!" "HAAAHHH??!!" Viana sontak menganga seakan tak percaya apa yang telah didengarnya tentang keinginan anak ini.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • OUR FAMILY [SJY&KMJ]
  • Pindah Raga
  • Zo Untuk Zia
  • Juragan Tampan &  Gadis Kampung
  • Aku Bukan Dia ( kita Berbeda )
  • PAHAMI DEBARAN JANTUNGKU (END)
  • 𝑲𝑨𝑵𝑨𝒀𝑨 𝑶𝑹 𝑨𝑹𝑨𝑩𝑬𝑳𝑳𝑨 [END]✔️
  • KAY'S STORY
  • [1]Stupid Wedding
  • AGGA

Menceritakan tentang satu keluarga yang begitu harmonis. "Lala tidak suka suara berisik Wira, menganggu." ucap seorang gadis kecil yang masih berusia tujuh tahun, Nada bicara nya biasa saja tetapi menusuk "Wira kan tidak bisu, Kalau Lala tidak suka keributan ya pergi saja sana!" jawab seorang anak laki-laki yang seusia dengan Lala. mereka kembar, tentu saja. "Berantem terus sih, Lala jangan begitu ya. Wira juga, saling maaf-maafan dulu" ucap ibunda- Sabila lula- mencoba menengahi pertengahan kedua bocah di hadapannya. tetapi Lala malah menaruh kedua tangan nya di depan dada dengan bibir maju beberapa centi "Kalau gamau maaf-maafan, Ayah engga mau beliin alat-alat lukis dan mainan buat kalian lagi." Ucap ayahanda- Jack Bert Wijaya- terdengar serius. Si kembar lantas saling pandang, dan yang pertama mengulurkan tangan adalah Wira. karena bocah itu takut sekali jika tidak di belikan mainan, menurutnya mainan itu separuh hidup nya. "Nah, begitu kan enak dilihat" Sabila dan Jack kompak tersenyum melihat kedua anak nya kembali akrab dan suasana terasa hangat. ⚠️LANJUTAN CERITA 'JATUH CINTA' ⚠️ Usahain baca cerita 'Jatuh Cinta' lebih dulu ya, tapi kalau engga mau juga ga masalah karena di cerita ini komplit. Tapi usahain yaa.. itung-itung bantu ramein cerita itu, hehe

More details
WpActionLinkContent Guidelines