Desember
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 21, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Cerita ini saya tulis dalam rangka belajar! Tolong koreksi dan tegur saya! Ibrahim adalah seorang seniman yang cukup terkenal di kotanya. Lukisan dan mural hasil buah pikirannya selalu membuat orang-orang kagum. Hal itu membuat ia mendapatkan banyak keuntungan dalam hal finansial. Tapi satu hal yang tidak ia dapatkan adalah kepuasan emosional. Tawaran terus datang semakin banyak untuk membuat mural di dinding kantor-kantor dan mall-mall besar, Ibrahim pun merasa bangga, tapi seiring waktu dia merasa hampa karena tidak lagi bisa menuangkan keresahannya lewat lukisan. Juga merasa sepi karena di usianya yang sudah menginjak 27 tahun belum juga menemukan tambatan hati. Ibrahim semakin sulit merasakan kebahagiaan semenjak ditinggal jauh oleh sahabat-sahabatnya. Dia merasa ada ruang kosong dalam batinnya yang perlu diisi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • Abi dan Abrar
  • AKSA [SELESAI]
  • Don't  Fall  For  The  Golden  Boy  (DAENGSUNG/MYUNGNYANGZ)
  • BISUAN KURSI RODA
  • I'M - Hanna Darmiar (Perjalanan Mencintai Takdir)
  • Be Smart To Be Hurt (TAMAT)
  • You Are Not My Lover
  • SUARA BIA (TAMAT)

Banyak orang yang bilang bahwa cinta itu indah. Menghapus segala resah dan gelisah. Mengganti luka dengan tawa, membawa kesedihan yang melanda untuk sirna. Banyak orang yang bilang bahwa jatuh cinta itu indah. Membuat hari berwarna dan hidup menjadi lebih sempurna karena hadirnya dia. Namun, tak semua yang berkaitan dengan cinta itu semuanya indah. Tak selamanya cinta itu membahagiakan. Tak ada yang bisa menjamin bukan bahwa cinta pun bisa berakhir dengan tawa kebahagian atau sebuah luka yang disertai dengan tangisan? Ini bukan kisah di mana dua orang jatuh cinta secara diam-diam. Ini bukan kisah cinta segitiga antara tiga, anak manusia. Tapi, ini hanyalah kisah di mana ketika kita telah jatuh namun tak sadar. Telah cinta tapi tak terasa. Telah merasa sayang tapi tak pernah bilang. Dan saat di mana kita telah menyadari segalanya, justru orang yang kita cintai itu... pergi. Bukan pergi untuk sementara. Tapi selamanya. "Jika kehadiranku tak dapat membangunkanmu, lantas apakah kepergianku akan membukakan matamu?" ©Copyright2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines