GERAL

GERAL

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 24, 2020
eta memberontak namun yg ia dapatkan adalah dorongan keras hinga pungungnya terbentur tembok. Yang di apit satu tangan berada di sebalah kanan wajahnya jantungnya juga berdetak tak karuan "lo mau mati di sini!?" "b-bukan aku yg melaporkanmu" eta sudah tidak bisa membendung air matanya akhirnya tangisnya pecah "oh bukan lo? terus siapa?!Haa!!!" sarkasnya sambil menekan bahu eta note: Masih banyak kesalahan dalam menulis bila ada kesamaan itu hanya usur. ketidaksengajaaan.
All Rights Reserved
#18
bulying
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SUARA YANG HILANG
  • KAYLA : I DESERVE TO BE LOVED
  • Harapan Bunga Terakhir
  • SELA ta KEY [END]
  • The Dark Side(END)
  • Melody Arthadiesa
  • Promise or Leave
  • Angkasa
  • Amērta.
  • Cracked Love

Di Tengah suara hujan dan sambaran petir Agata merasa takut akan kehadiran sesorang yang tiba tiba menendang perutnya hingga menyebabkan iya jatuh tak berdaya. " Pliss lepasin aku sekarang. Aku nggak ada masalah sama kamu." Ucap Agata sambil memegang perutnya. Seseorang yang memakai topeng kelinci berwarna putih mendekati Ata dengan memutar - mutar pisau yang ada di tangannya. Dari bentuk fisiknya Ata dapat meengetahui jika orang itu adakah seorang laki - laki. Pria bertopeng it terus mendekati Ata hingga " Akahhhhh". Teriak Ata merasa kesakitan ketika perutnya di injak- injak. "Lu salah pilih lawan Agata Priliona Bellova". Tanpa aba - aba pria itu menusuk perut Ata dengan sangat brutal hingga menyebabkan darah berceceran di mana - mana. Ata terus berteriak kesakitan namun pria itu menghiraukannya justru baginya, teriakan Ata adalah sebuah melodi musik yang paling indah. Dengan penuh semangat pria itu terus menusuk perut Ata tanpa ampun, iya tidak memperdulikan teriakan Ata dan darah - darah segar yang terkena ditubuhnya. Di tengah sisa nafasnya Ata dapat melihat jika pria itu tersenyum di balik topengnya. Pria itu mendekatkan mulutnya ke telinga Ata dan berbisik " Hidup lu terlalu menyedihkan di dunia ini, jadi dengan senang hati gue akan kirim lu kembali ke sang pencipta agar lu bisa bahagia dan tidak merasakan sakit lagi ". Ata tersenyum mendengar perkatan pria itu. Dengan terbata bata Ata berkata " te -rima kas-ih". Mendengar perkatan Ata pria itu membuka topeng kelincinya, hingga membuat ata kaget. " Kamu?". Ucap Ata kaget. " kenapa?. Kaget?. Lu terlalu percaya sama gue Ata sampe lu lupa kalau musuh terbesar adalah orang terdekat kita ".

More details
WpActionLinkContent Guidelines