ZORI

ZORI

  • WpView
    Reads 4,449
  • WpVote
    Votes 496
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 24, 2021
Ketika sebuah kebenaran harus dikekang dan tidak diakui keberadaannya hanya karena sesuatu yang diwariskan bernama 'tradisi' dengan kepastian yang belum tentu benar adanya. "Aku tidak minta dilahirkan seperti ini!" - Catleya "Memangnya kau tahu apa soal kebenaran? Kau hanya tahu pembenaran leluhurmu yang kolot!" - Vo "Diamlah, kau bahkan tidak ingin hidup jika kau berada di posisi itu." - Dinda Zori - Sebuah intuisi yang disampaikan melalui lantunan kalimat yang diperhalus. Tulisan ini adalah kumpulan dari beberapa cerita dan kasus yang terjadi pada masa kini. Nama, tempat, latar, dan beberapa komponen lain disamarkan untuk menjaga privasi narasumber. NOTE: Dilarang menjiplak sebagian atau keseluruhan isi cerita. Tapi kalo bandel dan ngeyel, silahkan aja. Karena pemilik kisah pasti akan tahu kepada siapa mereka memberikan informasi yang sesungguhnya. WARNING!! Mengandung konten LGBTQ+
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 180° [END]
  • ALEYA~~
  • My Bromance [18+] End
  • RAESHA (Revisi)
  • THE ILLUSION [ Minlix ]
  • KUCING
  • ...

🌼 Follow akunku sebelum membaca! 🌼 Dilarang plagiat karena ide itu MAHAL! 🌼 Status cerita sudah end, jadi bisa marathon sampai akhir. 🌼 Jangan lupa vote dan komen saat membaca, agar Author tahu kalian benar-benar ada dan nyata. Blurb : Apa jadinya jika gadis cantik dengan predikat kaya raya, arogan, penuh kekuasaan dan kerap menindas orang lain mendadak berubah dan justru berbalik 180°? Bagaimana dengan lelaki jenius dengan penampilan cupu, bertubuh gemuk, kacamata yang bertengger di hidung dengan tambahan tompel besar di dahinya mendadak berubah 180° menjadi lelaki tampan dengan karisma yang kuat? "Jodohin Aga sama dia, Pa." -------------- "Sahara nggak mau di jodohin, Pa." -------------- "Ya, lo harus mikirin dari sekarang, lah. Pokoknya, nikah sama gue harus bisa kasih gue dua pasang anak kembar! Kalau enggak, gue poligami. Mau?" -------------- "Jadi milik gue, setelah itu menderitalah selamanya dan jangan berharap untuk bahagia!" -------------- "Lepasin, aku! Biarkan aku menerima karma tanpa harus kamu yang bertubi-tubi menghujani luka."

More details
WpActionLinkContent Guidelines