Story cover for BAD TWINS by amlzfbry
BAD TWINS
  • WpView
    LECTURAS 188
  • WpVote
    Votos 11
  • WpPart
    Partes 8
  • WpView
    LECTURAS 188
  • WpVote
    Votos 11
  • WpPart
    Partes 8
Continúa, Has publicado dic 22, 2020
Kalian mikir gak gimana rasanya punya kembaran yang sikapnya sama persis kek kita.seperti Vey dan Ravi.Dimana ada vey disitu ada ravi.bahkan mereka berdua gak segan-segan menjawab guru dan berdebat dengan guru tersebut.
"Kalian tu yah.udah kelas sebelas.seharusnya makin disiplin.bukan malah berbuat hal buruk.hadehh saya bingung sama kalian."pak imron menggeleng gelengkan kepalanya.

"Yee pak kata orang-orang nih ya.Sekolah tanpa kasus.tidak ada cerita saat lulus gitu pak"jelas Ravi.
"Serah kau lah upin"
"jangan panggil kami upin sama ipin pakk."ucap vey sambil menirukan gaya bicara disalah satu kartun.
"Nama kami king and queen"lanjut Ravi. Sambil nyengir menampilkan deretan giginya.

"Iya iya.Sekarang kalian ke lapangan dan hormat bendera sampai jam istirahat"

PENASARAN SAMA CERITANYA????
SKUYYY MAMPIRRR:))
PLAGIAT MENJAUH🚫.HEHEHE😂
🚫TYPO BERTEBARAN.
MAKLUM KENTANG
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir BAD TWINS a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
KING BLACK de shintaarzethy
41 partes Concluida
[END] [⚠️SEBELUM MEMBACA CERITA INI FOLLOW DULU AKUN PENULIS!!⚠️] JANGAN JADI PEMBACA GELAP ! ... KING BLACK Julukan yang tepat untuk ketua geng ACHILES. Kegiatan olahraga yang dilakukan setiap hari. Berantem. Dengan berpakaian serba hitam setiap harinya yang menambahkan kesan cool di dirinya. Tidak terlalu dingin dan tidak terlalu absurd, itulah sikapnya. Ditemani si cantik yang satu sekolah dengannya, menambah hidupnya menjadi lebih berwarna. ... "Lo nggak dijemput?" tanya cowok itu. "Pikir sendiri!" jawab sang cewek. "Lo udah nggak punya otak sampai nyuruh gue mikir?" "Lah, 'kan lo yang nanya," sahut cewek itu. "Ya udah, lo jawab!" ... "Mau bareng nggak? Biar dikira gue nggak ada utang budi sama lo." "Apaan tu nawarin nggak ikhlas," cetus sang cewek. "Emang lo ikhlas waktu itu nebengin gue?" "Nggak." "Ya udah, sama-sama nggak ikhlas jangan sok keras!" cetusnya. ... Waktu terus berlalu hingga. "Gue nggak kuat, rasanya mau nyerah gue," sahut cowok yang terbaring lemah. "Jangan sedih, sayang. Kalau aku udah enggak ada, berarti waktu aku buat jaga kamu udah habis, anggap aja pertemuan kita itu adalah kejadian yang Tuhan berikan buat kita," jelasnya "Cantiknya aku, aku minta maaf belum bisa jaga kamu, Tuhan pasti marah sama aku karena belum bisa jaga bidadari cantik ini," lanjutnya dengan tersenyum. Cewek itu menggelengkan kepalanya dengan muka sembab. "Kamu nggak bakal ninggalin aku 'kan?" tanyanya lirih. "Enggak ada yang tahu. Kalau aku pergi kamu tetap the first person I love. Jangan sedih, sayang." ... Yang mau lanjut klik aja! Jangan lupa masukan ke perpustakaan kalian! (pernah dpt rank, tp lupa dan ga ketulis) Salam, Shinta Arzethy ... Start, 06-01-21 Finish, 03-08-21 [SUDAH REVISI]
Rindu Senin Pagi de Rizardila
25 partes Concluida
Kisah ini terinspirasi dari kisah nyata. Kisahku, perempuan bodoh yang terpaksa duduk sebangku dengan laki-laki pintar yang menyebalkan. -- Aku mencarinya di dalam tas, semua isi tas kukeluarkan dan kuletakkan di atas meja. Namun tetap tidak ada. Aku mencari di kolong meja, mencari di bawah meja dan bawah kursi. Hingga sepertinya laki-laki di sebelahku terganggu dengan keribetanku. "Ribet banget." Katanya datar sambil mengeluarkan buku dari dalam tasnya. Aku menoleh ke arahnya sebentar "Apaan, sih, lu?" Balasku kesal. Lalu lanjut lagi mencari-cari pulpenku di dalam tas. Aku ingat betul selalu meletakkan pulpenku di bagian depan tas. Namun pagi ini entah kenapa ia menghilang. "Kaya enggak ada pulpen lain aja." Ucapnya sinis. "Apaan, sih? Orang gue cuma punya satu! Lagian, lu, temennya lagi susah nyari pulpen, bukannya bantu, malah nyinyir." Balasku kesal. Ia menoleh ke arahku. "Mana ada pelajar ke sekolah cuma bawa pulpen satu?!" "Gue cuma bawa satu." Terdengar suara salah satu siswa yang duduk di bagian belakang. "Gue juga bawa pulpen satu doang." Terdengar suara siswa yang lainnya. "Denger, kan, lu? Bukan cuma gue yang bawa satu pulpen ke sekolah. Banyak! Makanya jangan samain orang-orang sama lu. Mentang-mentang rajin, teliti, rapih, dan semua alat tulisnya lengkap!" "Bawel!" Ketusnya sambil membuka buku catatannya. Ia mulai fokus dengan buku catatannya itu. "Yaudah gue pinjem pulpen lu, satu." "Gue cuma bawa satu." Jawabnya pelan. "Bintaaaang!" Teriakku. Bintang terkejut melihatku. Dan sepertinya seluruh siswa di kelas juga menoleh ke arahku. Termasuk Bu Vivi yang sedang duduk di kursi guru. Aku tertunduk malu setelah tidak sengaja membentak Bintang yang tingkahnya selalu saja seperti minta dimaki-maki.
Don't Talk About Money de catheryn99
55 partes Concluida
Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
KING BLACK cover
Rindu Senin Pagi cover
 At SKOOL? cover
GHEVANIO[On Going] cover
Don't Talk About Money cover
My happiness My Lovely (TAMAT) cover
Excusme Girls [ END ] cover
SEPENGGAL LUKA cover
ANTARKA [END] cover
Bad Queen  cover

KING BLACK

41 partes Concluida

[END] [⚠️SEBELUM MEMBACA CERITA INI FOLLOW DULU AKUN PENULIS!!⚠️] JANGAN JADI PEMBACA GELAP ! ... KING BLACK Julukan yang tepat untuk ketua geng ACHILES. Kegiatan olahraga yang dilakukan setiap hari. Berantem. Dengan berpakaian serba hitam setiap harinya yang menambahkan kesan cool di dirinya. Tidak terlalu dingin dan tidak terlalu absurd, itulah sikapnya. Ditemani si cantik yang satu sekolah dengannya, menambah hidupnya menjadi lebih berwarna. ... "Lo nggak dijemput?" tanya cowok itu. "Pikir sendiri!" jawab sang cewek. "Lo udah nggak punya otak sampai nyuruh gue mikir?" "Lah, 'kan lo yang nanya," sahut cewek itu. "Ya udah, lo jawab!" ... "Mau bareng nggak? Biar dikira gue nggak ada utang budi sama lo." "Apaan tu nawarin nggak ikhlas," cetus sang cewek. "Emang lo ikhlas waktu itu nebengin gue?" "Nggak." "Ya udah, sama-sama nggak ikhlas jangan sok keras!" cetusnya. ... Waktu terus berlalu hingga. "Gue nggak kuat, rasanya mau nyerah gue," sahut cowok yang terbaring lemah. "Jangan sedih, sayang. Kalau aku udah enggak ada, berarti waktu aku buat jaga kamu udah habis, anggap aja pertemuan kita itu adalah kejadian yang Tuhan berikan buat kita," jelasnya "Cantiknya aku, aku minta maaf belum bisa jaga kamu, Tuhan pasti marah sama aku karena belum bisa jaga bidadari cantik ini," lanjutnya dengan tersenyum. Cewek itu menggelengkan kepalanya dengan muka sembab. "Kamu nggak bakal ninggalin aku 'kan?" tanyanya lirih. "Enggak ada yang tahu. Kalau aku pergi kamu tetap the first person I love. Jangan sedih, sayang." ... Yang mau lanjut klik aja! Jangan lupa masukan ke perpustakaan kalian! (pernah dpt rank, tp lupa dan ga ketulis) Salam, Shinta Arzethy ... Start, 06-01-21 Finish, 03-08-21 [SUDAH REVISI]