Knowing You Was Monochrome

Knowing You Was Monochrome

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 22, 2021
Bukan tentang Edward. Bukan tentang Keisha. Ini tentang mereka, dua manusia dengan latar belakang yang berbeda. Edward adalah seorang aktor yang bisa dibilang sempurna. Keluarga yang kaya, karir yang sukses, dan bisa mendapatkan semua yang ia inginkan. Namun ada satu hal yang tidak bisa dimilikinya. Normal. Satu kata itu terlihat sederhana, namun terasa jauh untuknya, bahkan tidak bisa digapai oleh seorang Edward Kenneth. Keisha, seorang wanita dengan kehidupan yang menurutnya sudah sempurna, semuanya berubah dalam sekejap. 'Seberapa lama waktu yang kau habiskan dengan seseorang tidak menjamin orang itu akan terus berada di sisimu'. Keisha baru mengerti jika ucapan itu benar adanya. Jika keduanya dipertemukan, apa yang akan terjadi? Mampukah mereka menyembuhkan luka di hati masing-masing?
All Rights Reserved
#224
man
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KEPRIBADIAN ZEANA (Revisi)
  • HAPPIEST WOUND (SELESAI)✅
  • Senja dan Jingga
  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • Kita Sembuh Bareng?
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • ADARA [End]
  • 𝐋𝐚𝐤𝐬𝐚𝐧𝐚 𝐁𝐢𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐌𝐞𝐫𝐞𝐝𝐮𝐩 (𝐓𝐚𝐦𝐚𝐭)✔️
  • LOVE IS DESTROYED [COMPLETED]
  • Cahaya [COMPLETED]

Ada batas tipis antara kesabaran dan kebangkitan. Seseorang yang diam, terlihat menerima, sering kali dipandang lemah oleh dunia yang mengukurnya dengan kekuasaan dan keberanian untuk melawan. Namun, mereka yang berdiam diri bukan berarti tidak memiliki kekuatan-mereka hanya menunggu saat yang tepat, ketika luka sudah cukup dalam untuk membangkitkan keberanian yang terpendam. Kepribadian asli seseorang sering kali tersembunyi di balik senyuman dan kata-kata yang terjaga. Mereka membiarkan dunia berpikir mereka lemah, membiarkan mereka yang berbuat jahat merasa menang. Namun, ada momen di mana semua itu berubah. Ketika luka yang diberikan terlalu dalam, ketika penghinaan yang diterima terlalu sering, maka jiwa yang tersembunyi mulai bangkit. Mereka yang dulu diam akan berbicara. Mereka yang dulu lemah akan berdiri tegak. Kepribadian asli mereka, yang selama ini tertutup oleh rasa takut atau kehati-hatian, akan muncul seperti badai yang tak terduga. Dan kepada orang-orang yang berbuat jahat pada mereka, kepribadian itu akan menjadi pengingat bahwa setiap manusia memiliki batas. Ini bukan tentang balas dendam, melainkan tentang membuktikan bahwa kebaikan pun memiliki kekuatan. Mereka yang pernah dianggap lemah akan menunjukkan bahwa keheningan mereka bukanlah ketidakberdayaan, melainkan pilihan. Pilihan untuk menunggu saat yang tepat, ketika akhirnya dunia akan melihat siapa mereka sebenarnya-dan dunia pun takkan pernah lagi sama. **** CERITA SAYA INI MURNI DARI IDE PIKIR SAYA SENDIRI‼️. PLAGIAT DILARANG MENDEKAT‼️.

More details
WpActionLinkContent Guidelines