Rosa (End)

Rosa (End)

  • WpView
    Membaca 2,934,247
  • WpVote
    Vote 178,142
  • WpPart
    Bab 58
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Apr 20, 2021
WpInfo
Fiksi
Romansa
"Bapak ngapain di sini?"tanya Rosa dengan wajah bingungnya. Arthur menatap gadis tersebut dengan datar dan tanpa berniat untuk menjawab pertanyaan orang tersebut. "Ck! Dasar kulkas berjalan"umpat Rosa pelan. "Saya masih dengar Rosa"ucap Arthur dan itu membuat Rosa mencebikkan bibirnya kesal. "Bodo amatlah pak"ucap Rosa kepada dosennya tersebut. Arthur menatap Rosa dalam dan itu membuat gadis yang berada di hadapannya tersebut risih. "Bapak ken-- "Kamu milik saya!"ucap Arthur tiba tiba dan itu membuat Rosa membulatkan matanya. "Enak aja bapak main klaim klaim saya sebagai milik bapak, emang bapak pikir saya anak ku-- Cup! "Arthur sialan!"teriak Rosa kuat.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#12
fake
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • PELANGI
  • Alisia Leodra
  • Angelista Geavano [Completed]
  • CAHAYA DI BALIK LUKA [END]
  • Toxic
  • POSESIF MAFIA
  • Aku yang Ada Di Antara Kalian (Sudah Revisi)
  • LEARA
  • ALTARENRA
PELANGI

Terkadang pelangi yang kamu lihat, memang sangat indah. Menarik siapapun bagi yang melihatnya. Entah itu dari lengkungannya bahkan warna-warnanya yang berbagai ragam. Tapi, pelangi itu bisa saja buram sewaktu-waktu. Karena masanya mereka untuk menghilang sudah diambang batas. Bahkan pelangi itu sendiri bisa jadi buruk dimata sang pelihat. Karena tak semua manusia suka apa yang orang lain suka. "Lo itu cewek, lo terlalu lemah buat ngehadapin gue yang inisialnya sebagai cowok." "Cewek, bisa apa kalian? Palingan cuma bisa dandan dan nge-jamet kea lo, upss!" sambung Angkasa dengan tangan yang berpura-pura menutup mulutnya. "Belagu banget lo," balas Pelangi dengan nada Angkuh. "Suatu saat kita bakal lihat, siapa yang lemah. Lo, atau gue yang inisialnya cewek!" sambung Pelangi dengan nada sinis. ☡NOTE: jadi dulunya tuh, ini cerita buat dilombain. nah berhubung lombanya udah selese, jadi rencananya cerita ini mau aku rombakin lagi + lanjutin sampe end

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan