Rubai Alfii

Rubai Alfii

  • WpView
    Reads 86
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 5, 2022
WpInfo
Poetry
Dalam kesunyian milik sang malam. Aku terjerumus jatuh dalam dunianya. Mengitari dunia kegelapan dengan terjalnya jalan tanpa sinar. Sayutan angin bergemulai menyentuh kulit-kulit halus. Ya, disini aku berjalan kian kemari mencari secercah sinar tuk penghantar pulang dari kesendirianku. Lelah hidup dalam kegelapan. Harapkan sinar cahaya datang menjemputku dalam dunia indah nan menawan. Dan akan ku ceritakan kisah dalam kegelapan sunyi bersama pena hitam dan halusnya lembaran kertas kisah hudupku.
All Rights Reserved
#161
karya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Together for Love
  • ARUNA Dalam Diam, Aku Tumbuh
  • Fragmen Waktu
  • Keluarga di Ujung Senja
  • Auristela
  • Sedalam Samudera
  • Senandika : Titik Temu
  • Rude Beautiful Girl [Sudah Terbit]
  • Whisper of letting go (Ending)

Nura harus merelakan orang yang diam-diam ia puja dan ia damba bertahun-tahun lamanya dimiliki oleh sahabatnya sendiri. Klasik memang. Tapi, masalahnya bukan terletak kepada siapa akhirnya cinta yang ia perjuangkan berlabuh. Toh, gadis penyuka puisi itu sudah belajar sedari awal bahwa cinta tak mesti bersama. Mungkin belajar mencintai orang yang tak dicintai itu sulit. Tapi, Nura paham bahwa ada yang lebih sulit dan juga menyakitkan dari sekadar melihat orang yang kita sayang lebih bahagia dengan orang lain. Kehilangan seseorang di saat ia sayang-sayangnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines