Rubai Alfii

Rubai Alfii

  • WpView
    Reads 82
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 5, 2022
Dalam kesunyian milik sang malam. Aku terjerumus jatuh dalam dunianya. Mengitari dunia kegelapan dengan terjalnya jalan tanpa sinar. Sayutan angin bergemulai menyentuh kulit-kulit halus. Ya, disini aku berjalan kian kemari mencari secercah sinar tuk penghantar pulang dari kesendirianku. Lelah hidup dalam kegelapan. Harapkan sinar cahaya datang menjemputku dalam dunia indah nan menawan. Dan akan ku ceritakan kisah dalam kegelapan sunyi bersama pena hitam dan halusnya lembaran kertas kisah hudupku.
All Rights Reserved
#879
kesedihan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ARUNA Dalam Diam, Aku Tumbuh
  • Auristela
  • Rintik Yang Menyalin Ingatan
  • Sedalam Samudera
  • A Love Lost Beneath the Blue
  • Fragmen Waktu
  • Sunyi
  • Senandika : Titik Temu
  • Ketika Bintang Kehilangan Cahayanya
  • Rude Beautiful Girl [Sudah Terbit]
  • Waktu?
  • Rindu yang berjarak
  • Together for Love
  • Whisper of letting go (Ending)
  • Aksara Bercerita
  • Keluarga di Ujung Senja
  • TAK SEINDAH JINGGA
  • Setelah Langit Berbisik

Aruna lahir di tengah keluarga yang penuh luka, di mana cinta terasa seperti kewajiban, dan rumah menjadi tempat paling sunyi untuk menangis. Dari ayah yang keras, diamnya ibu, bayang-bayang kakak sampai kehilangan yang tak sempat dimengerti... Aruna tumbuh dalam ketakutan, menyimpan trauma dalam diam, dan menyulam harapan lewat kata. Tapi hidup tak selamanya gelap. Dalam sunyi yang ia akrabi, perlahan tumbuh keberanian. Dari menulis puisi di kamar sempitnya, bertemu dengan seorang psikolog yang mendengar tanpa menghakimi, hingga akhirnya menemukan tempat baru untuk bernapas: tulisan. Ini bukan kisah tentang perempuan yang ingin diselamatkan, tapi tentang perempuan yang menyelamatkan dirinya sendiri. Karena luka tak harus hilang untuk bisa tumbuh. Kadang, luka justru menjadi akar dari kekuatan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines