Satu Langkah Lebih Dekat [hiatus]

Satu Langkah Lebih Dekat [hiatus]

  • WpView
    Reads 107
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Fri, Feb 5, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Dasar anak tak berguna!" "Pembunuh! Mati aja sana!" "Apa gunanya orang sepertimu kelak? Mending musnah aja dari sini sekarang juga!" "Hahaha ... sudah tak ada lagi seorang pun yang peduli padamu!" Ucapan yang terus terdengar di pendengaran gadis itu, sosok-sosok bayangan hitam terus mengelilinginya, berbicara kasar dan mengolok. Tertawa terbahak-bahak, menghina. "Enggak! Enggak! Aku bukan orang yang seperti itu, aku bukan orang itu! Bukan aku! Itu bukan aku! Bukan aku!" gumam gadis itu, yang membuatnya semakin takut. KRINGGG... KRINGGG... "Aaaarrrggh!!!" teriaknya ketakutan. Apa yang akan terjadi? Kenapa dia dihina? Siapakah sebenarnya mereka? Penasaran? Baca kelanjutannya, ya. Jaga kesehatan kalian kawan, sekeluarga.😁
All Rights Reserved
#24
wattpadid
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TIREYA
  • Different [END]
  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • Raina Maramitha
  • LIFELINE [End]
  • Trapped in a wound
  • Deberìa Redirme? (End)
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • AILIA (COMPLETED)
TIREYA

JANGAN LUPA FOLLOW AUTHOR SEBELUM MEMBACA. OK Leee~... Up tidak menentu, pantengin aja. Jangan lupa masukkan dalam perpustakaan mu agar dapat pemberitahuan ( ͡°⁄ ⁄ ͜⁄ ⁄ʖ⁄ ⁄ ͡°) HAPPY READING GUYS! "Jika aku bisa mengulang waktu, tidak akan aku mau mengenalmu. Tidak akan ku biarkan diriku tersakiti olehmu" -Tireya- Kisah tentang seorang wanita beranak 1 yang mengalami nasib sial, sampai ditinggalkan oleh suami dan anak perempuannya. Ciitttt... Brukk... "Arggh" Tubuh rapuh itu menabrak tembok rumah tetangga, lalu terjatuh di tanah. 'Seandainya aku tidak pernah mengenalnya... seandainya" *** "Akkhh" Seorang gadis kecil terbangun dari mimpi buruknya, dengan napas memburu. "Apa? Aku hanya mimpi buruk?" "Tidak! Mimpi buruk tidak menyusutkan badan bukan? Apa aku masih berada di dunia mimpi? Ssstt, tapi cubitan ini terasa sakit. Jadi ini bukan mimpi?Aku kembali menjadi seorang anak kecil?" pekik anak itu sambil mencoba mencubit dirinya sendiri, lalu meringis karenanya. Ia melihat tampilan dirinya dari cermin. "Wah, ini gila. Tidak, aku rasa aku yang telah menjadi gila" *** Halo Readers ini adalah karya pertamaku, semoga kalian menyukainya ya. Salam Hangat : Lilac~

More details
WpActionLinkContent Guidelines