We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Rembulan untuk Altair

Rembulan untuk Altair

  • WpView
    Reads 3,520
  • WpVote
    Votes 596
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 10, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Dia Altair, seperti namanya dia itu bintang. Tinggi dan sulit digapai, diam namun bersinar. Tumbuh dalam kebencian membuatnya menjadi seorang yang dingin, arogan dan suka semena-mena. Dia dapat melakukan apapun dengan semaunya. Namun semua berubah setelah kehadiran Bulan, cewek yang mendadak jadi rivalnya. Jika menurutmu menyingkirkan Bulan adalah hal yang mudah. Buang jauh pikiran itu! karena Bulan akan melakukan banyak cara untuk bertahan. Di tengah kekalutannya, takdir seakan memberi penerangan. Lantas siapa yang bisa lebih lama bertahan? "Sebanyak apapun bintang yang bersinar di angkasa, tidak merubah fakta jika bintang tetap membutuhkan bulanya." Nama Altair diambil dari nama salah satu bintang paling terang di angkasa Cover by: @alyciaaa09 #Rank# 1 in Alta (6-8-2021) @mustikamlsr
All Rights Reserved
#843
cowokdingin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tiga Belas Misi ✔️
  • My Absurd Ex [END]
  • Estrella Lunar
  • Bintang [ COMPLETED ]
  • Eclipse [End]
  • Galaksi Altair [END]
  • ABOUT STARS
  • FILTER
  • BINTANG [END]
  • My Cold Wife (Completed)

"Kalau kamu benci dengan perpisahan, berarti kamu tidak punya hak untuk mengasihi pertemuan." "Kenapa gitu, Kak?" "Perpisahan ada karena eksistensi dari pertemuan. Jadi, bukankah kamu seharusnya membenci apa yang bisa membuat perpisahan itu muncul?" ••••• Mentari kira, jalan salah yang ia ambil adalah jalan yang terbaik. Jalan yang mungkin bisa membantu dirinya dan ayahnya keluar dari jerat kemiskinan. Namun, ternyata jalan itulah yang membuat Mentari dipertemukan pada sosok Bulan. Pemuda berwajah teduh yang dikenal dengan kalimat ajaibnya. "Lakuin sekarang, belum tentu lima menit yang akan datang kamu masih hidup." Tiga Belas Misi Menuju Kebahagiaan. Begitu Mentari menyebutnya. Khusus untuk Bulan, hanya untuk Bulan, pemuda baik yang tak lain adalah kakak tingkat di kampusnya. Namun, hari-hari yang mereka lalui demi menyelesaikan misi itu membuat semesta dengan lancangnya menciptakan perasaan baru di hati Mentari. Perasaan yang tak seharusnya tumbuh, terlebih jika itu tertuju pada Bulan. Apalagi ketika Mentari sadar, bulan lebih indah bersama bintang, bukan matahari. Ketika hati Mentari kian terluka dengan rasa yang tak mungkin terbalas, semesta justru menambah luka dengan rentetan kisah masa lalu yang terpaksa harus direka ulang. Lalu, kapan sekiranya semesta akan memberi tanggal yang tepat untuk kebahagiaan Mentari? ⚠️Mengandung kata kasar dan hal-hal berbau perundungan. Do not copy my story! Amazing cover by Dhiya Moon Started : 20 Agustus 2022 Finished : 08 Januari 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines