Ineffable

Ineffable

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 26, 2020
Kamu tahu bahwa hanya kamu yang dia percaya, baginya kamu memiliki kemampuan untuk menetralisir segala marah yang dia miliki. Bahkan, semakin lama kemampuan mu bertambah hebat. Hal itu dibuktikan dengan setiap dia menangis, dia hanya akan mencari kamu. bersikeras menceritakan apapun agar dirinya merasa sedikit lebih baik, karena dia percaya bahwa kamu tidak akan terganggu dengan hal itu. Bahwa dia percaya bahwa kamulah satu - satunya manusia di planet ini yang bisa dia percaya. Baginya, kamu lebih hebat dari seorang psikolog yang dia temui hari itu, Dia bahkan percaya bahwa hanya kamu yang tidak akan meninggalkan dirinya hanya dari kata - katamu. kamu tahu itu lalu, mengapa hari lalu kamu memeluk keputusan untuk meninggalkannya bahkan tanpa satu tepukan di bahunya agar dia tenang?
All Rights Reserved
#14
clear
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secret Admirer
  • 15th Voltage [Tegangan 15] ✔(COMPLETED)
  • Prosaic
  • LIKE A FOOL
  • Breathe
  • Tears Of Sincerity [TERBIT ✓]
  • U are
  • The Best Friends! Annoying
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]

Apa yang kamu pikirkan mengenai mencintai? Melihat ia yang dari jauh? Menatap senyumnya yang memukau? Diam-diam berharap ia berbalik menatapmu dan merasakan apa yang kamu rasakan? Merasa bahagia ketika ia hanya mengingat apa yang pernah terjadi antara kalian? Senang hanya dengan bertukar sapaan? Senang karena bisa duduk disampingnya? Jadi menurutmu apa yang kamu rasakan ketika harus mencintai seseorang tetapi tak bisa mengungkapkannya. Perasan itu terasa nyata olehmu tapi ketakutan itu juga terasa begitu mengintimidasi. Apa yang harus kamu lakukan? Tetap menatapnya sembunyi-sembunyi? Bersikap munafik dengan cukup bahagia hanya memandangnya dan bertukar sapaan saja. Atau harus bersikap egois dengan memberanikan diri menyatakan bahwa kamu ingin memilikinya? Semuanya terasa rumit ketika cinta datang. Sejenak aku selalu berpikir dua hati yang saling menyatu adalah sebuah kejaiban lalu bagaimana dengan tiga hati yang terpaut? Akankah semuanya baik-baik saja? Mungkinkah akan berakhir bahagia seperti fairy tale yang ibuku ceritakan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines