Amy Love Story

Amy Love Story

  • WpView
    Reads 78
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 26, 2020
Amanda atau disapa akrabnya dengan Amy melahap makanan lezat sendirian disebuah restoran mewah sambil menunggu kedua orangtuanya yang datang terlambat, kedua orangtuanya mengatakan ada kejutan suprise untuk ulang tahun ke 18 nya, merayakan disebuah restoran mewah dan ia boleh memakan sepuasnya disana. Tapi tiba-tiba kedua orangtuanya menyuruhnya pergi terlebih dahulu, karena ada halangan bisnis, dan mengatakan mereka akan menyusul sebentar lagi setelah urusannya kelar. Sambil menunggu kedatangan orangtuanya, Amy memesan banyak makananan untuk dirinya sendiri. Ketika sedang asik menghabiskan makanan, pria tidak dikenal tiba-tiba datang menghampirinya dan main duduk di kursi meja Amy tanpa ijinnya, tanpa basa-basi melempar sebuah amplop berwarna coklat didepannya dengan kasar. Amy tersentak kaget, hampir saja makanan yang dikunyahnya terlempar keluar ke arah pria tersebut, melotot bingung dan sekaligus kesal kearahnya. Apakah pria ini pasien rumah sakit jiwa yang kabur?! Gak ada angin, gak ada hujan tiba-tiba nongol dihadapannya, tanpa ijin main duduk aja, dan tanpa basa-basi melempar sebuah amplop coklat dihadapannya. " Are you crazy?!" Umpat Amy. " Who the hell are you, tidak ada angin tidak ada hujan, nongol tiba-tiba dihadapan ku, dan main duduk sembarangan tanpa ijin, sudah tidak ada basa-basi dan seenak jidat melempat amplop kumal ini di meja makanku?!" Pria tampan berwajah dingin itu hanya menanggapi ucapanku seperti angin lewat. Jarinya mengetuk-ngetuk kearah amplop, dan dengan menunjuk kearah diriku, " Just read it, don't talk much." *****
All Rights Reserved
#27
multiplepersonality
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • Love Itu SHIT [Revisi Tamat]
  • KAIREL [END]
  • Dua cangkir satu Meja
  • Rain | ArleaVenout
  • gua abang lo bukan ade lo
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • AZELLO [END]
  • GEOCEAN [END]
  • Bintang Untuk Aiby (COMPLETED)✔️
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines