We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Suami kejamku

Suami kejamku

  • WpView
    Reads 100,231
  • WpVote
    Votes 3,766
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 6, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Siapa yang suruh kau bermalas-malasan. Sudah kubilang jangan harap kau jadi nyonya disini" Ucap Devan geram "Aku hanya beristirahat sebentar"Lestari mengucek matanya yang masih mengantuk "Selama aku disini kau adalah pembantuku bukan istri tapi jika kita sedang berada dirumah orang tuaku berpura-puralah layaknya seorang istri paham!" Bentak Devan membuat bulu kuduk Lestari merinding
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Dan Lukanya
  • Gejolak Srikandi
  • Bastard's Karma (End)
  • RAHASIA CINTA
  • Lotus ⚠️ End
  • UNTUK TERAKHIR KALINYA
  • 𝐃𝐈𝐉𝐎𝐃𝐎𝐇𝐊𝐀𝐍 𝐃𝐄𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐌𝐀𝐅𝐈𝐀 𝐊𝐄𝐉𝐀𝐌 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐓𝐀𝐌𝐏AN
  • come back home
  • DEVANO AND QUEN

"Genggam cinta ini dan hempaskan semua dendam itu, karena cinta tak mungkin tumbuh, jika rasa dendam yang tersisa masih begitu dalam." ° ° ° ° "Kamu sakit apa? Ngomong dong mas, cerita. Selama kita nikah kamu gak pernah cerita kehidupan kamu sedikitpun ke aku, kenapa sih? Aku ini istri kamu loh," ucap wanita paruh baya, yang kini sudah tak mampu lagi untuk menahan air mata karena terlalu khawatir dengan kondisi lelakinya "Tapi saya gak pernah menganggap itu. Dan saya akan cerita ditempat yang menurut saya aman, dirumah yang bila mana saya berada didalamnya akan terus merasa nyaman. Dan itu....." "Dan itu pastinya bukan aku," potong wanitanya, pada seorang yang sedari tadi memberi tatapan elang padanya Wanita yang selalu terlihat tegar dihadapan siapapun itu. Kini, runtuh. Saat mendengar perkataan yang baru saja lelakinya lontarkan, bahwasanya tidak mengganggap dirinya sebagai seorang istri. Lelaki yang selama ini selalu ia kasihi penuh, dengan akar cintanya yang setiap waktu tidak berhenti tumbuh, namun seperti itu balasan yang diberikan. Kini terlambat, berat untuk beranjak lebih jauh. Ia sudah terlalu dalam, karena baginya lelaki tersebut bukan hanya belahan raga maupun jiwanya. Tapi juga, jika dia harus kehilangan seluruh tetes darahnya demi lelaki itu, maka dia bisa memastikan tidak akan muncul rasa penyesalan nantinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines