Rain Said

Rain Said

  • WpView
    Reads 129
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadComplete Sun, Dec 27, 2020
Malam yang penuh gerimis, Rino terbaring menatap langit-langit kamarnya sembari terbayang kembali kenangan terakhirnya bersama Putri. Hatinya terlalu merindu sang kekasih yang sudah pergi ke dunia yang lebih kekal di sana.
All Rights Reserved
#138
mba
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  •   Kita Beda
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Boleh Aku Cerita?
  • Rindu: Puisi Praditya Dylan [END]
  • Sebelum Semua Pergi
  •  HAZELA
  • CīÄ-FRÄN🍭
  • Bahasa Sansekerta (Selesai)
  • Mengapa harus aku

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

More details
WpActionLinkContent Guidelines