Stop "War"

Stop "War"

  • WpView
    Reads 119
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 4, 2021
Kedamaian sejati dalam hidup adalah perang yang memiliki cinta. Damai itu akan tumbuh besar seperti semesta yang memperlihatkan keindahan nya. Pertanyaannya , Siapa dan berupa apa yang ingin kau jadikan lawan? Kisah war akan menjawab semua itu. Apakah lawan mu itu dirimu sendiri? Atau kau terlalu mencintai dirimu sendiri sehingga melemah hati untuk melawan lawan yang berlawanan? War lebih tau soal ini. Gagah nya Gunung rinjani adalah saksi dari keluarga "war" yang menjadi bayangan kota. Yang akan tetap membuat pedang sampai pedang itu berada digenggaman nya sampai mati. Berdamailah dengan cinta yang kau cintai , berjuang lah untuk memperbaiki jarak damai. Mulailah menjemput cinta dari hati yang pernah kau lukai. Karna masa yang akan datang : Wardayu percaya . Langkah ketulusan nya akan berbuah hasil kebahagiaan yang sejati untuk pewaris keluarga "war"
All Rights Reserved
#384
perang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • Cinta Datang Saat Peperangan
  • Romeo, Take Me! [END]
  • SENGSARA
  • Hujan di Malam Hari✔
  • SANG PENDEKAR
  • [Drop]Snake Becomes a Member Of The Military Force [SBMOMF]

Suamiku tidak mencintaiku, saudari seayah beda ibuku ternyata seekor ular beracun, dan hidupku tidak baik-baik saja. Bahkan suami antagonis dalam sinetron murahan pun jauh lebih baik daripada suamiku yang membuatku sakit, sekarat, lalu mati. Benar-benar kurang ajar! Barangkali semesta menaruh simpati terhadapku hingga memberiku kesempatan kedua. Aku kembali ke masa sebelum terjerat pernikahan konyol dengan mertua yang sifatnya mengalahkan ibu tiri dalam serial picisan. Mengejar cinta suamiku? Humph! Mimpi! Aku tidak peduli dengan keluarga maupun suamiku. Kuputuskan meninggalkan mereka, menyepi ke pinggiran kota, dan membangun kehidupan baru yang ideal bagi orang sepertiku. Namun, memang dasar setan! Mereka masih saja mengganggu dan berharap aku akan bersedia mengorbankan kebahagiaanku demi sesuap kasih sayang semu! Sialan! Jambu! Beri aku ibu peri! Sekarang! "Mau jadi menantuku, Sayang?" Tetanggaku, seorang nenek mencurigakan yang mungkin saja penyihir, menawarkan cucunya kepadaku. Memangnya apa yang bisa kulakukan? Tentu saja menerima pernikahan tersebut! Dengan begitu mantan suami dan mantan keluarga yang berengsek itu takkan bisa menyentuhku. Jenius! "Sayang, yuhuuuuu! Aku datang!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines