Story cover for Embrace by Cherriessom
Embrace
  • WpView
    Reads 305
  • WpVote
    Votes 83
  • WpPart
    Parts 11
  • WpView
    Reads 305
  • WpVote
    Votes 83
  • WpPart
    Parts 11
Ongoing, First published Dec 25, 2020
Sinopsis :

Pelukan begitu bermanfaat. Bukan cuma menunjukkan kasih sayang. Namun, juga bisa melepas stres dan membuat suasana hati lebih bahagia.

Diana yang sedari kecil selalu merasa tertekan karena ibunya. Tidak ada sosok ayah yang menemaninya karena kedua orang tuanya telah bercerai. 

Hingga suatu malam, saat itu Diana yang berusia 12 tahun tengah menangis di kamarnya, ia habis dimarahi ibunya karena nilainya rendah. Tiba-tiba seorang anak laki-laki mengetuk pintu kamarnya, dan memberikannya pelukan hangat. 

Seiring waktu berjalan, keduanya tumbuh dewasa. Benih-benih cinta tumbuh. Namun, semuanya terhalang karena ibu Diana menjodohkannya dengan orang lain.

_______________________________
_____________________

©Cherriessom
All Rights Reserved
Sign up to add Embrace to your library and receive updates
or
#227hug
Content Guidelines
You may also like
Sebelum Pelukannya Membuatku Tertidur by capybara12037
30 parts Complete Mature
⚠️ Peringatan: Cerita ini mengandung banyak adegan dewasa dan seksual eksplisit yang tidak cocok untuk pembaca di bawah usia 17 tahun. Harap bijak dalam membaca. (khususnya area part tengah hingga akhir!) Sebuah kisah tentang luka, tubuh yang direnggut dari pemiliknya, dan cinta yang datang bukan untuk menyelamatkan... tapi untuk bertahan. Zoe pernah percaya bahwa cinta bisa menyelamatkan. Tapi setelah menjalani pernikahan yang dingin tanpa sentuhan, dan kemudian jatuh ke dalam pelukan yang menjelma jerat kekerasan, satu-satunya yang tersisa hanyalah tubuhnya yang remuk dan jiwa yang nyaris padam. Ketika hidupnya di ambang kehancuran, dua laki-laki dari masa lalu dan kemungkinan masa depannya datang mengetuk: Irwan, lelaki yang pernah mencintainya dalam diam, Dandy, sahabat lama yang menjadi jangkar dalam badai. Tapi cinta, kadang tidak cukup ketika luka terlalu dalam. Di saat Zoe mencoba bangkit, Fandi-lelaki yang menyiksanya, menyatakan cinta lewat kekejian, kembali menghantui. "Sebelum Pelukannya Membuatku Tertidur" bukan sekadar kisah tentang trauma dan kekerasan seksual, tapi tentang bagaimana seorang perempuan perlahan merebut kembali hidupnya. Bukan dari tempat yang utuh, tapi dari reruntuhan- dari retak-retak yang ia jahit sendiri, sambil menangis, sambil bertahan. Karena terkadang... untuk sembuh, seseorang tidak butuh ditarik keluar dari gelap. Ia hanya butuh seseorang yang mau duduk bersamanya di sana, hingga ia cukup kuat untuk berdiri sendiri.
You may also like
Slide 1 of 8
ELGITA  (TERBIT) cover
Long Way Love cover
Beloved ( Completed | Selesai ) cover
Sebelum Pelukannya Membuatku Tertidur cover
AMERTA : The Last Embrace cover
(TAMAT) The Truth About Broken Heart (PART 1) cover
Kumpulan Novelet Romansa (one shoot) cover
Saat Cinta Tak Terucap cover

ELGITA (TERBIT)

66 parts Complete Mature

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. ⚠️ Sebagian part di hapus untuk kepentingan penerbitan. Jika ingin membaca lebih lengkapnya, bisa membeli novelnya melalui marketplace shopee penerbit: rangkai_media.id ⚠️ Gita hanya ingin hidup seperti remaja lainnya. Bersekolah, menari dan dicintai keluarganya, tapi dunia tak seindah itu. Dipaksa bertahan di rumah yang tak pernah menganggapnya anak . Gita hidup dibawah bayang - bayang kekerasan fisik dan batin. Di sekolah pun dia tak menemukan pelarian. Sahabat yang dulu dekat, kini berubah menjadi pelaku perundungan yang melukai. Sampai akhirnya, Elvan hadir. Pemuda asing yang melihat luka yang tak semua orang peduli. "Kalau mau nangis, nangis aja. Gak usah ditahan." "Menangis ngak bikin lo lemah. Kadang itu yang bikin lo bertahan." Di antara luka, hujan, dan tarian yang dipaksakan tetap indah. Gita belajar satu hal penting, bahwa bertahan bukan soal kuat atau tidak, tapi soal berani mencintai diri sendiri meski dunia terus menolak. "Aku juga pengen ngerasain pelukan dari orang yang aku panggil Mama..." "Apa Gita begitu menjijikan sampai kalian ngak mau makan satu meja pun denganku?"