Melt (AL & Sya)

Melt (AL & Sya)

  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 26, 2021
Naksir sama kak Vino itu takdir. Berjuang buat dapetin kak Vino itu pilihan -Ferisya Gue gak suka sama lo Risya. Jangan kayak gini. -Alvino 'Cewek yang gengsi ngejar cowok' gak pernah ada dikamus seorang Ferisya Arely. Motto hidupnya 'I can if i think i can do it' terlalu pede memang. Tapi nyatanya hidup Ferisya memang berjalan seperti itu. Selalu berjuang untuk mendapat apa yang dia inginkan. Tak terkecuali memperjuangkan sesosok manusia berhati es sedatar papan talenan. Apa yang bisa dideskripsikan dari seorang Alvino Daniswara? Selain freezer, kulkas hidup, tembok, balok es dan jalan tol? Hidupnya yang biasa saja menjadi luar biasa sejak seorang gadis menaruh hati padanya. Namun semua tentang Alvino selalu abu-abu, tertutup rapat tanpa bisa di jamah. Kak vino udah kayak kakak kok buat sya... Janji deh enggak bakal kayak dulu. Sya syg kak vino mksdnya sebagai adek ke kakak gtu kak.... Heheh... Kak vino itu udh kayak kakak sya. -Ferisya Ck telat, gue udah suka sama lo. -Alvino Aku sempat sangat ingin hadir mu. Namun kala itu kamu mengabaikan. Aku Melt adalah tentang Ferisya Arely dan Alvino Daniswara.
All Rights Reserved
#520
osis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Antara Pagar dan Perasaan
  • Law Of Arshaka
  • She is everything (Forever)
  • VAVIN /VARO AND VINA
  • Kutub Selatan vs Tornado :  AltAra [TAMAT]
  • Lime of Euphoria
  • CLOVER 2007 (END)

Arvino Reyhan Dirgantara - atau Ehan, dikenal sebagai cowok kalem, sedikit dingin, dan susah ditebak. Sementara Azalea Vianita Anjani - atau Aza, cewek ceria tapi gengsian, selalu punya jawaban sarkas untuk semua hal yang berbau romantis. Mereka duduk di kelas yang sama. Satu sekolah. Satu lingkungan. Bahkan... satu gang rumah. Hubungan mereka? Jauh dari kata akrab. Saling lempar pandangan malas tiap papasan. Saling sindir kalau disuruh kerja kelompok bareng. Dan saling tutup telinga soal gosip yang nyebar soal "cocok-cocokan" dari teman sekelas. Tapi segalanya berubah saat hujan turun deras di suatu sore, dan satu payung mempertemukan mereka di bawah langit abu-abu. Sedikit demi sedikit, percakapan yang awalnya dingin mulai menghangat. Tatapan yang awalnya biasa, jadi terasa beda. Masalahnya? Mereka terlalu gengsi untuk jujur soal perasaan masing-masing. Di antara pagar rumah yang hanya dibatasi semak kecil, dua hati diam-diam tumbuh rasa - meski belum siap untuk mengakuinya. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines