ZIFTAR (Zifa dan Akhtar) HIATUS

ZIFTAR (Zifa dan Akhtar) HIATUS

  • WpView
    Reads 831
  • WpVote
    Votes 404
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 2, 2021
Nazifah Badia tak pernah menyangka bahwa kehidupannya akan serumit ini sejak awal pertemuannya dengan laki-laki yang bernama Febian Akhtar Wijaya. Laki-laki dengan sejuta pesonanya yang mampu membuat siapa saja jatuh hati kepadanya. Namun, Nazifah Badia berbeda dari yang lainnya. Ia tak menyukai seorang Febian Akhtar Wijaya. Ia membencinya sangat membencinya. Siapa sangka dari kebencian itulah Nazifah Badia menjatuhkan hati kepada Febian Akhtar Wijaya. Kenyataan seolah-olah membuat Nazifah Badia berada dalam kondisi dititik terberat dalam hal mencintai, yaitu merelakan. Mampukah Nazifah Badia menghilangkan semua rasa yang ada untuk seorang Febian Akhtar Wijaya? Akankah ada keajaiban yang datang untuk membuat mereka bisa bersatu dalam ikatan cinta? ------- 📜Note: Hak Cipta dilindungi oleh Allah SWT., jika ada kesamaan nama dan tempat yang tidak sengaja mohon dimaafkan. •Bahasa non baku• Cover by @fatika
All Rights Reserved
#25
akhtar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lantas (END)
  • Ruang Biasa
  • Sebuah Usaha Mencintai [TAMAT]
  • Infinity ✔
  • the hope
  • Ragashka [END]
  • ANTARKA [END]

PERINGATAN ⚠️ Di beberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

More details
WpActionLinkContent Guidelines