Last Year [Harai Kuuko] | Hypnosis Mic

Last Year [Harai Kuuko] | Hypnosis Mic

  • WpView
    Reads 155
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Thu, Dec 31, 2020
Jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Ada yang menetes tetapi bukan darah, juga bukan air mata. Tanpa aku ketahui, hatiku menangis akibat siksa. . Di awal tahun, saat salju perlahan mencair dan sakura mengembang, mereka bahagia. Waktu seakan berbelas kasih pada mereka yang sedang melempar tawa. Tapi tidak saat musim gugur turut menggugurkan kebahagiaan mereka. Detikan mukai curang, sesuatu menghilang dan salah satunya kehilangan. Dan saat akhir tahun menyapa, semuanya berubah. Yang hilang tetap hilang dan yang kehilangan harus rela. Karena di waktu yang akan datang, ada kemungkinan jika mereka akan saling menghancurkan. Hypnosis Mic © King Records; Otomate; Idea Factory Last Year Collab © @Swanrovstte_11
All Rights Reserved
#1
swancollab2020
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • Missing
  • Mine (Osaatsu)
  • Last Birthday ✅
  • KENOPSIA✓
  • Brondong Itu, Suamiku ! #Seri 2. [END]
  • Only One ▪ 一番最初の君の涙は 僕が君に好きだと告げた日
  • Unexpected Mate (SunaOsa)
  • crossover Natsume Yuujinchou X JJK
  • (N)ever Be Real [END]

🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2022 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT

More details
WpActionLinkContent Guidelines