King of Bully at School

King of Bully at School

  • WpView
    Odsłon 44
  • WpVote
    Głosy 14
  • WpPart
    Części 2
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja wt., gru 29, 2020
WpInfo
Fikcja
Romans
Mengisahkan seorang "Raja Bully" di SMA Altera yang tidak mau di laporkan kejahatannya oleh seorang perempuan pindahan, yaitu putri dari kepala sekolah SMA itu sendiri. Berbagai macam bujukan dan kebaikan yang ia lakukan tidak membuat perempuan itu melakukan apa yang di inginkan si "Raja Bully". Lalu apakah perempuan itu benar-benar akan mengatakan pada ayah nya? Peringatan! -Maaf bila ada kesalahan kata atau kesamaan dalam alur cerita! -Tidak meng Copy!
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#87
coolgirl
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • Cheerful Girl [ENDING]
  • Marriage A Bad Girl [COMPLETED]
  • Airka: My Queen Bullying
  • DOUBLE SARA
  • Perfect Senior
  • Kaka Kelas Dingin (END)
  • Beside Love -END-
  • 1. Dia, Arsen!!
  • Ice prince vs bad girls ( Sudah Terbit)
  • AYKA

[UDAH ENDING] PART-NYA BANYAK, TAROH AJA DI READING LIST KALIAN PROLOG Alya menghampiri keluarganya yang sudah duduk manis untuk melakukan makan malam. Disana ada mama, papa, serta kakak laki-lakinya. Makan malam sudah terlaksana. Alya pun memberanikan diri memberi selembar surat pada mamanya. "Surat apa ini?" semua mata tertuju pada selembar surat itu. Mamanya pun membacanya dengan seksama. "Surat peringatan?!" tanya mama dengan nada meninggi "Hm" jawab Alya seadanya. Papa dan kakaknya hanya terdiam. "Kamu abis ngapain di sekolah sampe dikasih surat peringatan?" "Cuma bolos pas pelajaran ke kantin. Terus ketauan guru BK ma" ucapnya sedikit takut namun ini adalah hal yang biasa Alya lakukan ketika membolos. Saking seringnya sampai ia diberi surat peringatan. "Astaga. Cuma?! " mamanya masih tak abis pikir dengan anak perempuannya yang satu ini. "Gak papa. Masa SMA gak boleh terlalu polos. Nakal, yang penting masih pintar" papanya berusaha membela Alya. "Papa ini apaan sih? Alya itu perempuan " mamanya masih berargumen. Kakaknya tak menghiraukan adiknya yang sedang diserang. "Tau, tapi apa perempuan gak boleh nakal dan menikmati masa SMA? Alya itu keturunan papa nakalnya. Kalo Bang Rio tuh kaya mama yang kutu buku" Alya terkekeh mendengar pernyataan papanya. "Sip pah. Aku kan cerdas. Senakal apa pun pasti bakal pinter walaupun gak belajar " Alya menunjukan deretan giginya. Kakaknya pun kini berbicara "Awas aja kalo lo ketauan belajar!!" "Oke siapa takut. Abang itu pinter bukan cerdas kaya aku" belanya sendiri. "Apaan sih, bang kamu gak boleh bilang gitu sama adek. Kamu juga dek, kamu harus tetep belajar" mama menengahi adu mulut mereka. Semenjak itu lah Alya semakin menjadi jadi dalam menikmati masa remajanya. Hanya sekedar nakal sebagai siswa. Tak lebih dari itu. Baca kisah selanjutnya!!

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści