NGLANGGAR

NGLANGGAR

  • WpView
    Reads 1,140
  • WpVote
    Votes 81
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 30, 2024
Kalian pernah mendaki gunung? Kira-kira apa saja yang kalian temukan? Pemandangan yang indah? Berbagai jenis hewan dan tumbuhan? Atau sesuatu yang berbahaya seperti kami? Kalian mungkin akan berpikir dua kali lipat jika membaca cerita kami 'Dia' adalah seorang yang ramah dan baik hati, tetapi kami tidak menyadari niat buruknya 'Dia' yang tega membawa kami ke marabahaya, dan tega melakukan apapun demi tujuannya Sejenak kami berpikir, apakah 'dia' itu juga manusia yang memiliki hati yang baik, memiliki perasaan Apa salah kami? Kami hanya ingin mendaki gunung dengan tenang dan melihat pemandangan yang indah Tapi apa yang kami dapat? Kami hanya dapat perjalanan yang mengerikan dan penuh hal diluar nalar Kira-kira bagaimana nasib kami yang di tipu oleh 'dia'?
All Rights Reserved
#8
pendakigunung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lembah Arunika
  • Travelling In Love
  • Terjebak 2 Alam [S1 dan S2]
  • 3.478 MDPL, Menapaki Cinta Di Lereng Harapan
  • DIA DANIA
  • Misteri di Balik Kabut Gunung Salak
  • Di 1726 Mdpl
  • Gunung Kematian (TAMAT)
  • Pendakian Malam Satu Suro
  • LANGKAH YANG MENGIKAT

Dina hanya ingin lari sejenak. Dari rumah. Dari kampus. Dari masa lalu yang tak pernah benar-benar ia tinggalkan. Maka ia mengajak empat temannya-Bagas, Ayu, Raka, dan Tari-untuk mendaki Gunung Mahesara, gunung yang katanya penuh legenda, namun jarang tersentuh wisatawan. Lima remaja dari latar dan budaya berbeda, menyatu dalam perjalanan menuju puncak. Awalnya, ini hanyalah perjalanan tentang alam, peluh, dan keheningan hutan. Namun segalanya berubah ketika mereka menemukan sebuah percabangan jalur: satu jalur resmi, satu lagi tertutup semak dan larangan. Dari sinilah semuanya bermula. Kabut turun. Kompas tak lagi bekerja. Hutan mulai berbicara. Mereka tersesat di tempat yang tak ada dalam logika-Lembah Arunika, dunia tersembunyi yang hanya muncul bagi mereka yang memikul beban tergelap. Di lembah itu, sihir bukan dongeng. Makhluk gaib dari mitologi lokal bukan sekadar cerita rakyat. Mereka nyata. Hidup. Dan menjaga keseimbangan dunia yang mulai retak. Kelima sahabat ini harus menghadapi rintangan demi rintangan-bukan hanya melawan kekuatan jahat yang mengancam lembah, tetapi juga menghadapi sisi tergelap dalam diri mereka masing-masing: kemarahan, penyesalan, ketakutan, dan kesalahan yang tak pernah mereka maafkan. Dalam perjalanan yang penuh luka dan kehilangan, mereka mulai bertanya: Apakah lembah ini benar-benar dunia lain-atau justru cermin dari hati yang terluka dan ingin disembuhkan? Dan di tengah kabut yang tak kunjung sirna, satu pertanyaan terus bergema: Apakah mereka akan menemukan jalan keluar-atau justru menjadi bagian dari lembah itu selamanya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines