The Man With No Name

The Man With No Name

  • WpView
    LECTURAS 11
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, dic 26, 2020
Claire Madeline, wanita blasteran Prancis - Indonesia, memutuskan untuk pindah ke Paris dan hidup bersama Ayah dan Ibu tirinya, Ia terlahir dari keluarga Miliarder dan memiliki kehidupan yang glamour. Darah blasteran membuatnya memiliki wajah yang sempurna, bodi yang tinggi dan ramping, karena lahir dari keluarga kaya, membat Claire menjadi pribadi yang arrogant, kehidupannya dipenuhi dengan pergaulan bebas, tidak hanya itu, ia selalu merasa diri menjadi pusat perhatian, hal itu ditambah dengan follower instagramnya yang akhir-akhir ini semakin meningkat. Siapa sangkah, dengan kehidupan yang terlalu terbuka ke media, membuat Claire lebih mudah untuk dilacak dan dapat dengan mudah diketahui kehidupan pribadinya. Hingga suatu hari, kecerobohannya, membuat Claire harus berjuang melarikan diri dari seorang psikopat yang menculiknya, pria yang menyebut diri-nya The Man With No Name itu , mengurung Claire di sebuah ruangan yang gelap dan menyeramkan. Namun, ditengah proses pelariannya yang berulang kali gagal, ia harus sedikit demi sedikit mengungkapkan fakta dibalik The Man With No Name. Ditengah cerita, kita akan dibuat bertanya-tanya tentang siapakah pria itu? dan ruangan tempat Claire di sekap ternyata bukanlah ruangan biasa melainkan ada banyak rahasia dan misteri dibalik penculikan Claire.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • the last of the twelve sisters
  • Married at First Sight : The Antagonist's Bride
  • Project : NOIR
  • PIPRA
  • Secret ALTA
  • Shadow in the Lab
  • Pembunuhan Enam Kata
  • You're (Not) Alone END√
  • Lolipop berdarah

Sinopsis: Di sebuah Lembaga terpencil yang menyamar sebagai panti asuhan, Eugenia dan sebelas gadis yatim piatu lainnya hidup dalam neraka kekerasan dan pelecehan di bawah tangan para pengurus yang kejam. Setelah menyaksikan kematian tragis teman-teman mereka akibat hukuman brutal dan kelalaian, Eugenia dan Rebecca, seorang gadis yang lebih tua dengan jiwa kepemimpinan, merencanakan pelarian. Pada malam festival musik di kota terdekat, ketika keamanan Lembaga melonggar, dua belas gadis itu mencoba kabur melalui lubang yang mereka gali di bawah tembok. Namun, pelarian mereka segera diketahui, dan pengejaran sengit pun terjadi di pegunungan. Dalam upaya melarikan diri, kelompok mereka terpecah. Rebecca, dengan naluri melindungi Eugenia, mengorbankan dirinya dengan menjadi umpan agar Eugenia bisa lolos dari kejaran para penjaga. Eugenia berhasil melarikan diri, hidup dalam kesendirian dan dihantui oleh trauma serta rasa bersalah karena meninggalkan teman-temannya. Bertahun-tahun berlalu, Eugenia berusaha membangun kehidupan baru sebagai Elisa sambil menyimpan kenangan pahit tentang Lembaga dan pengorbanan Rebecca. Namun, ia selalu bertanya-tanya tentang nasib teman-temannya yang tertangkap kembali. Takdir membawanya pada penemuan mengerikan: teman-temannya, termasuk kemungkinan Rebecca, tidak selamat. Mereka ditangkap kembali oleh pihak fasilitas dan dijual ke berbagai tempat untuk dieksploitasi. Kebenaran yang menyakitkan ini membangkitkan amarah dan tekad dalam diri Eugenia.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido