ANGGAYLA

ANGGAYLA

  • WpView
    Leituras 1,351
  • WpVote
    Votos 131
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, mai 20, 2026
WpInfo
Ficção
Romance
Primeiro Amor
Enemies to Lovers
Adiknya yang satu ini memang minta dikasi pelajaran. "Hai om ganteng, Selamat pagi! Semangat kerjanya ya biar nanti kalo Kayla lulus bisa cepet cepet nikahin Kayla" teriak Kayla sambil mengedipkan sebelah matanya. Setelah itu Devan melajukan motornya dengan kecepatan diatas rata rata, dia sangat malu sekarang. "Emang nggak pernah waras ya lo! Om om aja lo jailin" teriak Devan sambil memukul lengan Kayla "Aw, bwhaha lucu banget anjir komuk nya" ketawa diatas penderitaan seseorang itulah Kayla Sementara pemuda yang menjadi korban pun membatin 'Cewek paling gila yang pernah ia temui' batinya. Hancur sudah harapan memiliki gadis seperti Kayla. Nyatanya Kayla adalah gadis centil. PERHATIAN! ⚠️ Cerita ini mengandung kata-kata kasar dan unsur kebodohan. Pembaca yang baik jangan meniru ya. Kalau ada kata kata yang menyinggung minta maaf ya, mohon perhatian nya. Dan jika kalian nggak asing dengan kata kata yang saya pakai, sebagian aku ngambil dari twitter Untuk alur cerita murni hasil pemikiran saya. Kalau ada kesamaan tokoh, tempat, atau latar itu unsur ketidak sengajaan/kebetulan. Terimakasih Selamat membaca!<3
Todos os Direitos Reservados
#154
pembalap
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Salah Status [END]
  • Kembang Desa
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo