Neeragoiz Land (on going)

Neeragoiz Land (on going)

  • WpView
    Reads 145
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 6, 2021
Neera adalah anak tunggal pasangan pebisnis sukses. Sejak kecil dia suka didongengkan sebelum tidur. Tetapi, sejak umur 5 tahun, dongeng yang dibacakan oleh pembantunya merupakan cerita yang sama. Dan sejak itu pula, sosok yang diceritakan selalu muncul di kamar Neera. Neera yang dulunya penakut, menjadi ingin tahu apa itu dunia luar? Akhirnya Tuhan tahu dan membukakan jalan untuknya. Dia dituntun oleh sosok cerita dalam dongeng, dan muncul di negeri yang bernama Neeragoiz. Negeri yang indah namun butuh sentuhan kedamaian atas perang yang berkepanjangan. Dia dilahirkan kembali menjadi anak perempuan dari Panglima perang kerajaan. Bagaimana perjalanan Neera di negeri perang itu? Akankah dia selamat lalu menemukan jalan kembali atau justru mati dalam perang? Temukan jawabannya di cerita ini.
All Rights Reserved
#290
salju
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Princess of Perseus
  • My Cold Husband [TERBIT]
  • Hate Becomes Love [TAMAT]
  • The Exiled Hero of the Underworld
  • Just Me (REVISI)
  • petarung kecil
  • TAMAT -  CHAO XING (朝兴)
  • Langkah Aruna Ke Negeri Awan

Aula Aetherium bergema oleh napas lega, panji-panji tua menggantung seperti saksi bisu di atas sosok berlutut yang namanya telah berlari mendahului kebenaran, dan aku berdiri di antara mereka, menyaksikan para pemegang kuasa dan mereka yang percaya mengukuhkan keyakinan menjadi perayaan, seolah ketakutan dapat diakhiri dengan memenggal seorang manusia. Ketika algojo mengangkat pedangnya dan sebuah suara berbisik, "Dialah yang akan mengakhiri dunia ini," kata-kata itu jatuh ke dadaku bukan sebagai keadilan, melainkan sebagai restu untuk berhenti bertanya. Aku telah membaca lembar demi lembar masa lalu, menautkan jejak yang terserak, mengikuti kisah itu hingga semuanya menunjuk ke titik ini, namun pada saat sorak membumbung dan bilah pedang tertahan di udara, yang kurasakan hanyalah sunyi yang ganjil, kehampaan yang dingin, seakan kebenaran telah melintas pergi sementara kami sibuk menyepakati wujudnya. Lelaki itu tak menyerupai akhir, ia lebih tampak seperti jawaban yang disusun dengan rapi agar tak ada lagi pertanyaan yang perlu diselamatkan, dan ketika kerumunan menuntut darah, aku terlambat menyadari bahwa Aetheria masih runtuh di bawah keyakinan kami sendiri. Sebab apa pun yang benar-benar mematahkan dunia ini tak pernah berlutut di hadapan kami. Ia berdiri tanpa nama di antara sorak-sorai, tenang, tak terlihat, dan menang. Dan baru kelak kami mengerti, hari itu bukanlah awal keselamatan, melainkan saat ketika sesuatu yang jauh lebih sunyi akhirnya dibiarkan bebas.

More details
WpActionLinkContent Guidelines