Tetanggaku Cogan (SELESAI)

Tetanggaku Cogan (SELESAI)

  • WpView
    LECTURAS 2,271
  • WpVote
    Votos 369
  • WpPart
    Partes 18
WpMetadataReadConcluida lun, oct 14, 2024
Sasa adalah seorang gadis yang cantik. Memiliki seorang sahabat yang digadang-gadang olehnya menjadi sosok pacar. Yang tidak lain tidak bukan ialah tetangganya. Reno yang tampan dan sangat perhatian membuat Sasa mau tak mau terus bergantung pada laki-laki itu. Rasa sayang dan cinta tumbuh tanpa diketahui oleh mereka berdua seiring dengan kebersamaan. Untuk lanjutan, monggo dibaca langsung:-) Note: pernah di posting di FB Tulisan pertama 🙂
Todos los derechos reservados
#561
moral
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Caramel
  • K.A.V
  • ALEAGAS [END]
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Arsyilazka
  • ASA [REVISI-COMPLETE]
  • My Heart
  • GASA [end]
  • Stay (Away)
Caramel

[ T A M A T ] "Punya mulut dijaga!" desis Caramel. "Ngapain gue jaga mulut gue buat orang yang kasar dan nggak tau sopan santun kaya lo!" balas Malvin ketus. Caramel mengangkat sebelah alisnya lalu berjalan mendekat kearah Malvin hingga jarak diantara mereka hanya tersisa setengah jengkal saja. Caramel berjinjit menyamai tinggi Malvin lalu ia langsung menggigit bibir bawah cowok itu dengan kencang. "Kan gue udah bilang, punya mulut dijaga." Caramel menyunggingkan senyum lalu melangkah pergi dari sana. Berawal dari pertemuan yang tak mengenakan dengan cowok berperawakan tinggi itulah yang malah membuat Caramel tak bisa jauh-jauh darinya. Selalu ada saja kejadian-kejadian yang melibatkan keduanya yang membuat mereka jadi tambah dekat satu sama lain, seperti seakan-akan mereka tercipta memang untuk dipersatukan. Cowok dengan nama belakang Adhitama itu telah berhasil menjadi kelemahan Caramel si gadis egois. Bertengkar karena hal spele sudah menjadi hal yang biasa bagi keduanya, sebab mereka bersatu pun karena sebuah rasa benci. Rasa benci yang kemudian berkamuflase menjadi rasa ingin memiliki. Tapi akankah mereka bisa terus bertahan dengan sifat egoisnya masing-masing?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido