Puisi Dalam Aksara

Puisi Dalam Aksara

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Wed, Jul 7, 2021
Cinta bisa tumbuh kapan saja dan kepada siapa saja bisa aja teman ataupun sahabat kita. Setiap insan manusia berhak jatuh cinta tetapi harus ada batasnya jangan melebihi cinta kepada Tuhan yang Maha Esa. Kata cinta tak bisa dilepaskan dari segi agama. Karena perasaan cinta tumbuh pada hati pemberian Yang Maha Esa.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 31 Months for You (Revisi)
  • Jodoh Jenaka (COMPLETED)
  • Imam Untuk Raina (Selesai)
  • Cinta (Bukan) Kita
  • Muhasabah Cinta 'Novel'
  • A Little Piece Of Mine
  • My Husband VS My Boyfriend (On Going)
  • Ikhlasku Merelakanmu (END)
  • Dear Gus (Hijrah The Series)

"Tidak semua cinta harus disuarakan. Tidak semua harap harus digenggam. Kadang, mencintai diam-diam adalah satu-satunya cara bertahan." Alia tidak pernah menyangka bahwa satu tatapan singkat di awal masa kuliahnya akan mengubah segalanya. Septian, lelaki dengan sorot mata tenang dan senyum yang jarang muncul, perlahan tumbuh menjadi pusat semesta kecil di dalam hatinya. Selama tiga puluh satu bulan, Alia menyimpan rasa itu sendiri. Dalam doa-doa sepertiga malam. Dalam senyum pura-pura. Dalam perasaan yang tak berani ia akui, bahkan pada dirinya sendiri. Namun ketika kedekatan itu mulai tumbuh, semesta justru menguji dengan luka lama, rasa minder, dan kenyataan bahwa tidak semua yang kita doakan bisa kita miliki. Ini adalah kisah tentang cinta diam-diam, perasaan yang tumbuh tanpa janji, dan perjuangan mencintai diri sendiri di tengah luka yang belum sembuh. Pelangi di Balik Hujan Rindu bukan sekadar romansa. Ia adalah perjalanan tentang harapan, kehilangan, dan keberanian untuk melepaskan... meski hati belum benar-benar rela.

More details
WpActionLinkContent Guidelines