Serasa dan Menua Bersama

Serasa dan Menua Bersama

  • WpView
    Reads 73
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Tue, Feb 2, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Tak selamanya cinta harus berbuah kata pada lisan, terkadang cinta harus ditahan sekuat tenaga dalam bentuk do'a atau tulisan, hingga waktu mempertemukan pada satu titik ikatan pernikahan. Nafa Saraswati gadis ayu dan manis yang memegang teguh keyakinannya pada syari'at Islam. tak sedikit yang memandang aneh dengan penampilan sehari-harinya disekolah karena hanya dia yang memakai jilbab panjang menjuntai hingga menutupi dada yang tentunya menjadi pembeda dari kebanyakan siswi-siswi yang lain. Dia berasal dari kalangan orang kaya, semua keinginan bisa didapatkan dengan mudah terlebih dia merupakan anak tunggal pewaris satu-satunya dalam keluarga Abi Mahfud. namun ada satu hal yang belum bisa ia dapatkan, cinta yang masih butuh diperjuangkan agar tetap berada pada jalur Tuhan. tentunya ini merupakan tantangan yang begitu besar, mengungkapkan rasa dengan mengabaikan titah Agama atau memendam rasa layaknya Fatimah yang mencintai Ali secara diam-diam hingga Tuhan mempertemukan pada ikatan yang halal, cinta sejati yang serasa dan menua bersama hingga ke Surga.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Imam untuk Gladysa✓
  • MAS WILDAN [END]
  • Takdir Cinta [TAMAT]
  • Pahala Surgaku✓
  • Mahardika Raja {On Going}
  • Because I Love You ( TAMAT  )
  • Muslim in Love [Selesai]
  • Cinta Neng Zulfa
  • My Friend My Love
  • SEQUEL HAIFA ON PROCESS

Gladysa Makmuma Al-Fath. Seorang perempuan yang selalu mengusik ketenangan seorang Imam El. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Galydsa sangat membenci Imam, beda dengan kaum Hawa lainnya yang selalu memuji Imam bagaimana pun keadaannya. Yang satu kalem, yang satu cerewet. Yang satu tenang, yang satu emosian. Yang satu bodo amatan, yang satu selalu nyinyir. Yang satu adem anyem, yang satu selalu kepanasan. "SUMPAH! GUE BENCI BANGET! KENAPA PAPI GUE NAMAIN GUE ADA MAKMUMNYA?!" "Lo emang tercipta buat jadi makmumnya Imam, Sa." "NAJIS!" Imam itu alim, tenang, ketua hadroh, pengurus rohis, ketua OSIS. Para fansnya kalo ngeliat dia rasanya udah kayak tiduran di ubin Masjid. Adem banget, apalagi kalo habis ngerjain soal MTK. Beda lagi kalo Gladysa yang ngeliat Imam, bawaannya panas mulu. "Senyum mulu, sok cool pula! Dih, amit-amit. Sok kegantengan banget! Gantengan juga Papi gue. Alay banget, tuh, cewek-cewek! Dasar tukang caper!" Hingga suatu kejadian membuat Gladysa ingin hilang dari muka bumi ini, terlebih kedua orang tua mereka amatlah dekat. ×××× "Info! Cewek kalo ultah biar seneng dikasih apa?" "Qobiltu." Imam tersenyum kecil. "Lo ngode? Tapi, kan, gue udah ngucap qobul." "Lo ketagihan gue halalin?" Satu lagi tentang Imam, cowok itu selalu iseng dengan orang-orang tertentu. Yang satu tukang ngisengin orang, yang satu tukang salting ala-ala dedemit. "Ketika jatuh cinta pilihannya hanya dua. Bersatu dalam akad atau berpisah dalam taat."

More details
WpActionLinkContent Guidelines