BRISACICI (ON GOING)

BRISACICI (ON GOING)

  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 4, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Lu cowok aneh tau cara bawa kendaraan yang baik dan bner gak?" Tanya Cici. Mungkin kalian kira bahwa Cici akan menanyakan apa si cowok aneh itu bisa berkendara apa tidak karna jelas jelas cowok itu bisa. "Jangan ugal ugalan katak giti dong, lu kira gak ngebahayain orang lain hah?" Sambungnya. "Nama gue brisa bukan cowok aneh." Jawab brisa santai. " Lu pikir gue perduli nama lu siapa, lagian gue gak nanya ya nama lu siapa!" Ujar Cici ketus. Sungguh emosinya sudah sangat terpancing. CERITA ASLI PEMIKIRAN SENDIRI. WALAUPUN AMATIRAN TAPI JANGAN DICOPAST. HARGAI PENULIS AND BERIKAN SEMANGAT DENGAN CARA MEMBERI VOTE COMENT AND SHARE KE TEMAN TEMAN KALIAN JUGA.🥰 FOLLOW AKUN WPNYA JUGA YA IG: @ramdhanijalaluddin_
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Reyhan dan Arsya [Completed]
  • BE MINE!! [Forth Coming]
  • Three Targeted Girls!!
  • REVANARA
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Hai Darel!
  • ALEAGRA [END]
  • [END] Blind Rainbow
  • Imaginary Boyfriend
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]

[Sequel Chatting With Reyhan] 🌞 Disarankan untuk membaca cerita Chatting With Reyhan terlebih dahulu🌞 Reyhan tidak suka dengan orang yang berbicara seperti burung beo, alias berisik. Reyhan lebih suka ketenangan, rumput hijau dengan langit biru sebagai peraduan, sangat menyenangkan. Tapi anehnya, dia memilih pacar dengan suara super berisik yang memekakan gendang telinganya. "Oh, iya. Arsya hampir lupa. Erm, Arsya pengen martabak, Reyhan tolong beliin yah. Di rumah sepi, mana Arsya laper, lagi. Tolong beliin Arsya martabak yah Reyhan." "Hanya itu?" "Iya, Reyhan. Nanti anterin ke rumah Arsya yah, martabaknya." "Iya." "Makasih, Reyhannya Arsya." "Iya." "Kok iya-iya mulu sih, jawabnya." protes Arsya. "Terus? Mau jawab apalagi?" "Nggak tau, terserah Reyhan lah." Arsya mencebik kesal. Pasalnya, kalimat yang ditunggu-tunggunya tak kunjung hadir di indera pendengarannya. "Kok Reyhan malah diem sih, jangan bikin Arsya kesel deh. Reyhan tuh yah--" Tut... Tut... Tut.. (Gambar cover diambil dari google)

More details
WpActionLinkContent Guidelines