The Devil Of Love.

The Devil Of Love.

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 31, 2020
"Kayona Sherly Marlyne!!" Seruan dari belakang membuat Sherly sontak menoleh. "Babe, tunggu gue!" Cowok asing itu berlari kecil menghampirinya. Sherly menghentikan langkahnya, ia menautkan alis ketika cowok asing itu tepat berdiri di depannya. "I love you." Baru saja Sherly ingin berkata, cowok asing itu lebih dulu memotongnya. "Gue enggak nerima penolakan!." Sherly melotot. "Lu sakit!." Setelah mengatakan itu, Sherly berjalan kembali, mencoba menghiraukan keberadaan cowok gila di belakangnya. "Gue jemput istirahat! Dadah pacar baru." * * * Brayen Alnando, ketua basket sekaligus ketua OSIS SMA Gemerlang. Wajah yang mirip Dewa Yunani, tubuh yang mirip atlet petinju, membuat cowok itu mendapatkan julukan THE MOST WANTED, Si cowok sejuta pesona, si cowok beribu fans, dan si cowok beratus gombalan. Tapi tidak bagi Sherly, bagi cewek itu Brayen adalah iblis. Si cowok arogan, si cowok gila, dan si cowok mesum. * * * "Jangan sentuh tangan gue!" "Ya udah kalau gitu boleh pegang tangan lu?" "Enggak! Pokoknya tangan lu enggak boleh pegang atau sentuh tubuh gue!." "Ok. Kalau tangan enggak boleh, berarti bibir boleh?." # # # Sherly : bila semua orang mengatakan dia malaikat, baginya dia adalah iblis. Brayen : bila keindahan ada pada bunga, bagi cowok itu keindahan ada pada Sherly. Bagaimana caranya Brayen mendapatkan hati Sherly? Dan bagaimanakah kisah percintaan mereka? Atau Sherly akan memilih sang Oma?... $ $ $ Start : 01/01/21. Vote dan komentnya setelah membaca. Tong hilap!.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Ducibella 【End】
  • Pemilik Hati Ketos Dingin (Tamat)
  • 36 days with you {saida} [End]
  • GHAVARI
  • Amor Eterno
  • Stay (Away)
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • ON SIGHT (Completed)
  • Gadis Bar-bar Dengan Sejuta Pesonanya
  • Giant Baby [COMPLETED]

"Bisa gak berhenti ngerokok?" Suara Lea terdengar ringan, tapi sorot matanya menyimpan keteguhan. Alfan berdiri menyandar di motornya, satu tangan memegang rokok, asap melayang malas di udara. Tatapannya turun pelan ke arah Lea, seperti sedang menilai apakah pertanyaannya layak dijawab. "Gak." Jawabnya singkat, datar-tapi justru itu yang bikin suara itu terdengar dalam dan berbahaya. Lea menghela napas. "Bisa, kalau lo mau." Alfan tertawa kecil, bukan karena lucu. Lebih ke tawa dingin, berbahaya, kayak singa yang diganggu pas lagi malas. "Masalahnya," katanya sambil membuang rokok ke tanah, menginjaknya perlahan dengan sepatu, "gue gak pernah punya kemauan buat berhenti dari sesuatu yang nikmat." Lea menatapnya, masih mencoba logika. "Terus lo maunya apa?" Alfan maju. Satu langkah. Dua langkah. Sampai Lea harus mendongak. Sampai napasnya kehabisan ruang. Tangan cowok itu naik, menangkup tengkuk Lea, kuat, tapi gak kasar-lebih ke 'lo gak akan bisa kabur sekarang'. "Maunya?" bisik Alfan, dekat banget. Nafasnya panas, suaranya rendah dan dalam. "Your Lips." Lea menelan ludah, tubuhnya menegang. Tapi dia gak bergerak, gak bisa. "Gue berhenti ngerokok... kalau setiap malam bisa candu sama lo." Alfan mendekatkan bibirnya ke telinga Lea, napasnya mengiris kulit. "Kalau tiap kali gue pengen rokok, gantinya lo yang gue isep." Bisikannya brutal. Jelas. Tanpa sensor. Lalu dia mundur pelan, tapi sorot matanya masih mengunci Lea. "Deal?" ...... Content warning(s) : alcohol; smoking; harsh words; dirty jokes; dirty pick up lines; intimate skin contact; kissing, etc Cover by Pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines