Pernahkah kalian memikirkan bagaimana berada di posisi yang tak menyenangkan? Bagaimana rasanya saat kitalah yang berada di insiden-insiden tersebut? Empati sekalipun tidak akan bisa membuatmu benar-benar memahami tangis-tangis jerit mereka yang malang. Atau kaliankah orang itu? Cerpen ini menceritakan pengalaman pribadiku bersama Pak Sadi, seorang guru yang sudah lama kukenal namun pada akhirnya kalah oleh sekakmat lawan yang mematikan. 𝘛𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘥𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘥𝘶𝘭𝘪 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘣𝘶𝘯𝘨𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘥𝘪𝘤𝘶𝘳𝘪 𝘢𝘱𝘢𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘮𝘢𝘵𝘪. 𝘚𝘦𝘵𝘪𝘢𝘱 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘦𝘸𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘪𝘬𝘢𝘱 𝘴𝘦𝘰𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘢𝘪𝘬-𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘴𝘢𝘫𝘢. Catatan Penulis: Cerpen ini nyata dan apa adanya berdasarkan apa yang dialami penulis. Tidak ada unsur fiktif di dalamnya. Beberapa tokoh mungkin telah diubah namanya. Siapa pun yang mengenal sosok asli dari tokoh-tokoh di dalam cerpen ini dimohon untuk tetap menjaga rahasia. Karena keterbatasan penulis, mungkin saja terdapat kesalahan dalam penulisan peristiwa di cerpen ini.
More details