Thanks For Nathan

Thanks For Nathan

  • WpView
    Reads 217
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 5, 2022
Gadis dengan wajah cantik itu menitihkan air matanya, hidup yang dijalaninya benar-benar berat sekarang. Pernah tidak kalian merasakan berada di titik terendah? Merasa tidak mampu bertahan dengan semua yang dijalani sekarang, hingga merasa ingin mengakhiri kehidupan didunia. Clara Mahesti mempunyai dunia yang terasa abu-abu baginya, bahkan dia berniat akan mengakhiri hidupnya, tetapi pertemuannya dengan Nathan membuat dia menghentikan niatnya. Nathan menyelamatkannya dan berhasil mengubah kehidupan Clara menjadi lebih berwarna. Nathan yang berhasil membuat bibir Clara kembali bisa tersenyum bahagia. Bagi Clara, Nathan adalah seseorang yang berarti dalam hidupnya. "Aku tidak akan membiarkan ada seseorang yang menyakitimu" -Nathan. "Terima kasih Nathan, untuk semuanya" -Clara Ingin tahu kelanjutannya? Yukkk baca
All Rights Reserved
#102
clara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Why you Comeback
  • HALOALKANA
  • Abrega
  • BACKBURNER
  • AKSARA LARA(END)
  • My Bad Girl (Freenbecky)
  • Kamar Kosong 13 S2 [End] ✓
  • Papah Yang Hebat
  • The Silence That Shaped Me
  • TAKDIR ANGELINA CHRISTY (END)

"Kenapa kamu balik lagi? dan tadi kamu bilang apa? mau perjuangin aku? Udah nggak ada guna nya" ujar gadis itu dengan penuh penekanan kepada pemuda yang bernama lengkap Gemilang Pratama. "Kasih aku kesempatan sekali lagi Sa. Aku minta maaf atas semua hal yang terjadi dulu. Aku bakal jelasin semuanya...aku janji bakal buat kamu jauh lebih bahagia kali ini," Ujar Tama lirih dan penuh permohonan. Tangan Tama berusaha untuk memegang pergelangan tangan gadis yang ia panggil, 'Sa'. Namanya Dia Carissa, kerap kali dipanggil Sasa. Namun, tangan Tama justru ditepis oleh Sasa. Sasa menatap Tama dengan sorot mata yang tak bisa dijelaskan. Kekecewaan, kebencian, kerinduan, kecemasan, bercampur aduk dalam sorot mata Sasa. "Ga ada satupun kesempatan yang pantas aku berikan lagi ke kamu. Aku sangat berharap kamu MATI", ujar Sasa dan berlalu meninggalkan Tama dengan tergesa-gesa. Tama hanya bisa menatap kepergian Sasa dengan terpaku, pemuda itu terpaku pada kata terakhir yang dilontarkan oleh Sasa. MATI

More details
WpActionLinkContent Guidelines