We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Lisa's Draft

Lisa's Draft

  • WpView
    Reads 4,638
  • WpVote
    Votes 507
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 11, 2025
WpInfo
Fanfic
Blackpink
Semua cerita dimulai dengan satu nama: Lalisa. Dalam dunia yang berbeda-beda-kerajaan penuh intrik, meja bedah penuh rahasia, hingga lampu sorot panggung yang menyilaukan-Lalisa Manoban hadir sebagai tokoh utama dalam setiap kisah. Ia jatuh, bangkit, mencintai, dan bertarung dalam diam. Bersama para aktris ternama Korea Selatan, cerita-cerita ini memadukan cinta, luka, dan misteri dalam versi-versi fiksi yang ditulis seolah untuknya. Lisa's Draft adalah kumpulan cerita pendek yang bukan sekadar fiksi, melainkan cermin dari banyak jiwa yang ingin dikenal lebih dari sekadar nama.
All Rights Reserved
#717
idollife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROblem ✓
  • Horny
  • LOVESICK - JENLISA [G×G]
  • STORIES OF HER
  • Paper Rings (EBOOK)
  • The Future
  • Too Close to Fall in Love ("Terlalu Dekat untuk Jatuh Cinta")
  • Pacar Lisa! (ON GOING)
  • MISTRESS (Ebook)

"Setiap orang ingin menjadi pahlawan dalam cerita besar dunia, tapi aku hanya ingin memiliki kesempatan untuk memeluk mereka." Choi Jisoo berhati batu telah melunak karena rasa bersalah. Yang masih salah, dia melakukannya setengah-setengah, karena hatinya penuh keraguan, tak punya pendirian, seringkali meyakini hal yang salah, dan mudah terpengaruh. "Aku mungkin gila, tapi tidak sebodoh itu." "Aku mungkin bodoh, tapi tidak segila itu." Choi Jennie dan Choi Chaeyoung sedang saling memunggungi. Kini penuh perbedaan, tapi sebenarnya sama. Sama-sama gila dan bodoh. Mereka adalah si pelanggar aturan yang berusaha berubah menjadi manusia penuh pengertian. "Aku adalah aku. Aku tidak ingin berubah, tapi keadaan memaksaku. Tidak semuanya, aku masih melihatmu." Choi Lisa masih minim kepercayaan diri, tapi ingin membuat semua orang melihat ke arahnya dengan rasa kagum. Sepandai tupai menyembunyikan kacangnya, semahir itulah Lisa menutupi perasaannya. Satu-satunya yang tidak berbeda dari mereka adalah kemarahan. Mungkin waktu dan pengalaman akan membuat mereka lebih belajar cara mengendalikan lidah setajam pedang yang tidak mungkin berkarat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines