Time
  • WpView
    Reads 21,892
  • WpVote
    Votes 4,179
  • WpPart
    Parts 53
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 23, 2022
Alicea atau kerap dipanggil Al, seorang gadis pendiam yang suka menulis apa yang ia pikirkan. Jason, pria yang memiliki keahlian dalam seni membuat kedua nya satu frekuensi. Jason yang terkenal tampan dan banyak dikelilingi wanita, justru menginginkan seorang wanita yang bahkan tidak tertarik sama sekali dengan nya. Aku adalah sebuah umpama Umpama aku, tidak bertemu denganmu Maka aku tidak akan kehilangan air mata Al, 22th. Mencintai kamu layaknya aku memainkan gitarku Aku tau bagaimana caranya Aku tau bagaimana akan berbunyi Tapi aku tidak tau, apakah itu selaramu juga? Ah! Al, 22th Aku cuma mau kamu, kalo lagi sedih Karna kalo kamu lagi senang, Kamu lupa denganku Ya, aku mau kamu sedih! Al, 22th
All Rights Reserved
#3
bubujason
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Whispers at Midnight
  • Kamu bilang, kamu cinta sama aku - TAMAT
  • Fragile
  • Hurt Love
  • Please Don't Hate Me (Proses penerbitan)
  • SELLATHAN (On Going)
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • ALEXON [END]
  • Sweet But a Little Psycho (COMPLETED✔)

⚠︎18+//mention of kissing!!! "They kissed like it meant nothing. Until it meant everything." Karena terlalu percaya pada rumor bahwa Keanandra Bagaskara adalah penyuka sesama jenis, Belva tak ragu melabelinya dengan sebutan 'cowok belok'. Awalnya Kean tak ambil pusing. Tapi ketika panggilan itu terus-terusan terdengar, terutama dari mulut Belva, ia mulai terganggu. Hingga suatu malam, Belva menantangnya untuk membuktikan bahwa dia normal. Dan Kean membuktikannya-lewat ciuman pertama yang ia curi dari Belva. Terkejut dan merasa bersalah, Belva akhirnya meminta maaf. Tapi tidak mudah bagi Kean untuk menerima permintaan maaf itu, Kean mengajukan satu syarat: temani dia setiap tengah malam. Sejak itulah, jarak di antara mereka mulai menghilang. Malam-malam yang dulu sepi kini terisi oleh obrolan acak, tawa kecil, dan detak jantung yang perlahan tak bisa mereka abaikan. Sebuah titik awal, di mana keduanya perlahan tenggelam dalam perasaan yang tak pernah mereka duga sebelumnya. ------ Expect slow-burn tension and way too many kisses. © salsaanh

More details
WpActionLinkContent Guidelines