ICE GIRL

ICE GIRL

  • WpView
    Reads 56,922
  • WpVote
    Votes 4,440
  • WpPart
    Parts 62
WpMetadataReadComplete Sat, Jun 5, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
[TAMAT] "Minta nomor lo" Dengan berani Alefran meminta nomor perempuan itu, dengan menyodorkan ponselnya ke depan wajah perempuan yang bernama caca itu. Caca hanya menatap Alefran datar, dan lanjut membaca buku yang ada di tangannya dengan earphone yang terpasang di telinganya. "Heh lo budek ya? Minta nomor lo" sekali lagi Alefran di diamkan oleh perempuan itu. Alefran menarik earphone dari telinga caca, seisi kelas pun langsung sepi dan diam memerhatikan dua insan yang sedang sibuk dengan dunia nya sendiri. "Heh lo bisu?" Alefran sudah benar benar pegal karena merasa berbicara dengan patung. "Oke sekali lagi gue ngomong sama lo, kalo lo gak jawab berarti lo beneran bisu. Gue. Mau. Minta. Nomor. Lo!" Caca menatap Alefran datar, dan kembali fokus dengan buku ditanganya. "Gak!" "Loh! Itu bisa ngomong! Gue kira lo bisu" Lagi dan lagi, Alefran tidak di hiraukan oleh perempuan ini. Sepertinya Alefran harus sabar bagaimana mendekati perempuan ini. SEASON DUA SUDAH DI PUBLISH!!! CEK DI AKUN KU YA!!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misi Kalisa (End)
  • IHACOY [Selesai]
  • C I N (T) A (COMPLETE)
  • Arsyilazka
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • AlAz  (end)
  • "MY BOY MY ENEMY" (ON GOING)
  • RAISEN
  • Love & Enemy

"Ngapain lo!" Suara seseorang menyadarkanku, membuatku berbalik lalu menatapnya intens. Cowok belagu lagi. "Menurut lo, gue ngapain disini?" Ucapku setelah satu detik mencoba setenang mungkin. Dia menatap langit langit perpustakaan. Lalu menatapku kembali. "Lo ngadem kan," ucapnya dingin. Dia bukan bertanya, lebih tepatnya nuduh. "Sotoy banget lo!" Ucapku ketus tapi masih kategori pelan. "Aneh aja. Cewek kaya lo meluangkan waktu di perpus, apalagi sekarang nyari buku di rak matematika," ucapnya datar. "Emang kenapa?" Sahutku mulai kebawa emosi. Dia tersenyum miring. "Nggak pantes!" Ucapnya sambil mengeja. Lalu meninggalkanku dengan tersenyum devil. "Kenzo," panggilku berhasil membuatnya menoleh. Risih banget pertama kali manggil namanya. "Keren doang ya muka lo, tapi mulut lo busuk!" Mampus lo! Sakit hati sakit hati lo. Bodo amat dah. "Jadi gue keren?" "What?" Aku shock mendengarnya. "Thanks ya," ucapnya tersenyum sekilas sebelum benar benar meninggalkanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines