Story cover for PANDJI by wardaputeri
PANDJI
  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Dec 29, 2020
Aku menatap matanya. Matanya indah. Matanya sehitam arang. Hitam pekat, seperti kopi hitam yang amat pahit. Kopi hitam yang tidak mampu diminum banyak orang dengan berkali-kali teguk. Kopi hitam pekat kesukaan ayahku. Mata hitamnya seakan menarikku, menyeretku, dan memenjarakanku. Mata itu begitu possesif, tak membiarkanku berpaling pada objek lain barang sedetik pun. Murahan sekali aku, jatuh cinta pada lelaki hanya karena melihat mata hitamnya. Tapi sungguh, aku benar-benar ingin menyelam kedalam mata hitam itu. Tuhan, sadarkan aku! Sadarkan aku sebelum aku semakin tenggelam. 

"Semoga langgeng mas sama pacarnya." 

Jangan Tuhan. Jangan kabulkan do'aku. 

Dia hanya tersenyum. Bukan... itu lebih terlihat seperti kekehan, dia terkekeh dan menggelengkan kepalanya. Kenapa? Ucapanku salah? 

"Mba mau jadi pacar saya?"
All Rights Reserved
Sign up to add PANDJI to your library and receive updates
or
#15insecurity
Content Guidelines
You may also like
Capricorn by Baperterussss
11 parts Ongoing
"Aku suka sama Kak Al." Rea mengatakannya tanpa ragu. Tenang. Pelan. Tapi dalam dadanya, jantungnya berdebar seperti genderang perang. Lapangan basket sore itu sepi. Matahari sudah tenggelam separuh, menyisakan semburat jingga yang menggantung di langit. Angin membawa bau rumput basah dan suara tiang ring basket yang berderit pelan. Di tengah sunyi itu, Rea berdiri, seragamnya masih rapi, rambutnya dikuncir seadanya, dan matanya menatap Kak Al, lurus. Alvano menoleh, pelan. Keringat masih menempel di pelipisnya, dan bola basket tergenggam di tangan kirinya. Ia diam. "Apa tadi?" tanyanya, suaranya rendah. Tidak kaget. Tapi juga tidak menjawab. Rea menarik napas. Ia benci mengulang. Tapi kali ini berbeda. "Aku suka sama Kak Al," ulangnya, lebih lirih. "Dari awal aku lihat Kakak main di lapangan. Aku tahu ini mungkin... aneh. Tapi aku cuma pengen jujur." Ia tidak terbiasa berkata seperti ini. Tidak terbiasa membeberkan isi hati. Tapi Rea bukan pengecut. Ia adalah seseorang yang lebih takut menyesal karena diam daripada malu karena gagal. "Aku tahu Kakak mungkin nggak mikir apa-apa. Tapi aku cuma pengen bilang," lanjutnya. "Supaya kalau besok-besok aku canggung atau... ngelihatin Kakak diam-diam, Kakak tahu alasannya." Sunyi. Kak Al memutar bola basket di ujung jarinya. Lalu berhenti. Tatapannya tidak tajam, tapi ada sesuatu yang menggantung di dalamnya. Berat. "Rea..." katanya. Lembut. Tapi nadanya membuat dada Rea mengeras. "Kamu manis. Kamu juga berani. Tapi..." Rea mengangguk pelan, mencoba tersenyum meski wajahnya menegang. "Aku udah punya pacar." Deg. Rea tidak menangis. Tidak mundur. Tidak bertanya siapa. Ia hanya berdiri. Diam. Lalu berkata, "Nggak apa-apa, Kak." Yang tidak dia tahu, pacar Kak Al itu... adalah Dara. Kakaknya sendiri. Dan semuanya... baru saja dimulai.
Blonde & The Cold Heart [END] by ZyraJeon_
36 parts Complete
[Sudah Revisi] ___ Zaranne Hamilton tidak pernah menyangka bahwa kepulangannya ke Jakarta hanyalah sebuah transaksi bisnis yang rapi. Sebagai gadis berambut pirang yang terus-menerus di-bleaching demi mempertahankan jati dirinya, Zee menganggap kehidupan di Universitas St. Valerius hanyalah tantangan membosankan. Dengan sikap angkuh dan koper elektrik hijaunya, ia siap menaklukkan siapa saja, termasuk Junael Maxwell. Zee menganggap Juna hanyalah Robot Manja yang perlu ia beri sedikit pelajaran. Namun, Zee tidak sadar bahwa sejak kakinya menginjak Jakarta, ia sudah kehilangan kebebasannya. Ayahnya sendiri telah menyerahkan Zee sebagai jaminan atas kerugian data besar yang ia timbulkan kepada seseorang. Junael Maxwell mungkin tampak seperti satu-satunya orang yang bisa ia ajak bicara di tengah kekacauan itu, namun benarkah Juna membantunya karena cinta? Atau jangan-jangan Juna hanyalah bagian dari skenario besar untuk mengurung Zee dalam jaring yang lebih gelap? Di antara perdebatan sengit, bau kimia dari rambut pirangnya, dan perasaan yang perlahan mulai tumbuh, Zee harus menghadapi kenyataan pahit bahwa orang-orang yang ia percayai justru adalah mereka yang paling ingin menghancurkannya. Mampukah Zee menemukan tempat pulang yang nyata di tengah pengkhianatan yang tak termaafkan? --- ⚠️WARNING Don't copy my story, please! Nulis cerita itu pakai waktu, tenaga, dan otak. Kalau anda cuma bisa copy paste, itu bukan kreativitas, itu cuma malas yang dibungkus berani. Hargai karya orang. Jangan ambil yang bukan milikmu.
You may also like
Slide 1 of 10
Izinkan Aku Menyayangimu cover
My First Love [END] cover
Arsyilazka cover
Vamp Prisioner cover
Shitometri Love [Juara Kedua] cover
Capricorn cover
Antara Pagar dan Perasaan cover
Blonde & The Cold Heart [END] cover
Imaginary Boyfriend cover
Untitled:Iridescent | SEKUEL | COMPLETE | cover

Izinkan Aku Menyayangimu

19 parts Complete Mature

[SEBAGIAN PART DALAM MODE PRIVATE] "Kalau memang itu yang harus saya lakukan, secepatnya saya akan urus perceraian saya-" Kaki Anjani melemas. Dia hampir ambruk saat itu juga. Matanya memanas, dia tidak sadar sejak kapan air matanya mulai menggenang dan jatuh tanpa persetujuannya. Cerita absurd petualangan cinta Anjani (21 tahun). Seorang gadis dari keluarga konglomerat yang jatuh hati pada seorang pria tampan yang irit ngomong dan cuek yang kini menjadi suaminya. Awal pernikahan yang menurutnya suram membuat Anjani memiliki misi penting yaitu menutup hatinya pada sang suami. Rasanya semua usahanya untuk menutup hati tak membuahkan hasil, setiap kali usahanya untuk bersikap dingin pada suaminya justru berakhir dengan luapan perhatian pada suaminya. Pepatah "cinta datang karena terbiasa" membuatnya galau akan misinya sendiri. Yang membuatnya lebih galau adalah saat dia tanpa sengaja mendengar rencana suaminya untuk menceraikannya. Pikirannya semakin ruwet. ________________________________________________________________ Hak Cipta Terlindungi © 2014 oleh alikazoom Selamat membaca, no COPAS or PLAGIAT. Thank You :')