We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
PANDJI
  • WpView
    Reads 62
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 7, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Aku menatap matanya. Matanya indah. Matanya sehitam arang. Hitam pekat, seperti kopi hitam yang amat pahit. Kopi hitam yang tidak mampu diminum banyak orang dengan berkali-kali teguk. Kopi hitam pekat kesukaan ayahku. Mata hitamnya seakan menarikku, menyeretku, dan memenjarakanku. Mata itu begitu possesif, tak membiarkanku berpaling pada objek lain barang sedetik pun. Murahan sekali aku, jatuh cinta pada lelaki hanya karena melihat mata hitamnya. Tapi sungguh, aku benar-benar ingin menyelam kedalam mata hitam itu. Tuhan, sadarkan aku! Sadarkan aku sebelum aku semakin tenggelam. "Semoga langgeng mas sama pacarnya." Jangan Tuhan. Jangan kabulkan do'aku. Dia hanya tersenyum. Bukan... itu lebih terlihat seperti kekehan, dia terkekeh dan menggelengkan kepalanya. Kenapa? Ucapanku salah? "Mba mau jadi pacar saya?"
All Rights Reserved
#53
anjani
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Possesive Boyfriend [SEGERA TERBIT]
  • Imaginary Boyfriend
  • coward
  • Eliinaa
  • Blonde & The Cold Heart [TERBIT]
  • Antara Pagar dan Perasaan
  • Capricorn
  • My First Love [END]
  • Arsyilazka

[SELESAI REVISI] Cerita yang penuh teka-teki membuat para readers bukan saja menikmati kisah percintaan, namun juga membuat kalian untuk menerka alur yang terjadi. Bayangkan gimana cowok yang terkenal akan kedinginannya dan sifat ketusnya mencintai cewek yang sangat ceroboh? Sifat keegoisan yang begitu besar ingin memiliki hati kepada cewek sampai ia tidak menyadari sifat barunya, yaitu sifat Possesive. Awal bermula ketika ketidaksengajaan cewek yang bernama Thania menyatakan perasaannya pada seorang cowok dengan kepala tertunduk, ia tidak menyadari siapa cowok didepannya saat ini. Sampai suatu kesalahan membuatnya terikat pada sebuah hubungan. "Lo mau gak jadi pacar gue, kak?" Thania mendongak, senyum malunya seketika luntur melihat siapa cowok di depannya ini. Bukan seperti rencananya, ia salah orang. Lagi? Cowok itu tersenyum, mendekat satu langkah. "Gue terima." Thania mengerjap. "Lo siapa asal nerima pernyataan gue?" "Gue?" tunjuknya. "Pacar lo dari 5 detik yang lalu." "Ha? Apa? Bukan gi--" "Lo resmi jadi Pa-car gu-e!" Sifat Possesivenya begitu besar, dan itu bencana besar untuk gadis berparawakan mungil itu "Mampus gue." =-=- Vote✔ Coment✔ Follow✔ Saran/kritik✔ Don't copy my story!

More details
WpActionLinkContent Guidelines