Hampa yang hambar

Hampa yang hambar

  • WpView
    Reads 150
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 21, 2021
Sebuah cerita tentang beberapa orang yang mungkin terjadi pada diri kita sendiri dimana titik lemahnya tertusuk sesuatu yang sangat melukai bahkan tak bisa untuk diobati oleh waktu tapi orang - orang seperti itu bisa memaknai kata luka itu menjadi sebuah seni dengan cara menikmatinya tanpa mengeluh karena sakit itu. Dedikasi tertinggi untuk mereka yang bisa menahan sakit itu tanpa mengharapkan penghargaan
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUNGA KEMBALI
  • Memory [COMPLETED]
  • Memeluk Dalam Kehilangan
  • BALADA KEHIDUPAN
  • With You
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • Dibalik Tawa
  • MY HOPE IS YOU (END)
  • Breathe

Mereka adalah saudara, mereka mencintai perempuan yang sama Malam itu, hujan turun dengan derasnya, membasahi jalanan yang sepi. Di balik jendela kamar yang temaram, seorang gadis duduk bersandar, matanya menatap kosong ke arah langit kelabu. Napasnya berat, pikirannya penuh. Hujan seakan mengerti perasaannya-dingin, gelisah, dan penuh ketidakpastian. Jauh di sudut kota, seorang pria berdiri di depan pintu apartemen, ragu untuk mengetuk. Tangannya mengepal, menggenggam sesuatu yang tak kasatmata-sebuah harapan, atau mungkin sekadar kenangan yang enggan ia lepaskan. Dulu, segalanya terasa sederhana. Kini, hanya ada jarak, kebisuan, dan perasaan yang tak lagi bisa mereka definisikan. Di tempat lain, seorang lelaki menatap bayangannya sendiri di cermin. Mata yang dulu penuh gairah kini menyimpan kehampaan. Cinta yang ia genggam dulu, kini terasa seperti pasir yang perlahan menghilang di antara jemarinya. Mereka bertiga, terikat oleh kisah yang tak pernah sederhana. Cinta, kehilangan, pengorbanan-semua bercampur menjadi satu dalam kisah ini. Dan malam ini, takdir mulai menuliskan babak terakhirnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines