Hampa yang hambar

Hampa yang hambar

  • WpView
    Reads 149
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 21, 2021
Sebuah cerita tentang beberapa orang yang mungkin terjadi pada diri kita sendiri dimana titik lemahnya tertusuk sesuatu yang sangat melukai bahkan tak bisa untuk diobati oleh waktu tapi orang - orang seperti itu bisa memaknai kata luka itu menjadi sebuah seni dengan cara menikmatinya tanpa mengeluh karena sakit itu. Dedikasi tertinggi untuk mereka yang bisa menahan sakit itu tanpa mengharapkan penghargaan
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dibalik Tawa
  • Memory [COMPLETED]
  • Here I'm Waiting For [You]~(END)
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • MY HOPE IS YOU (END)
  • If we can together
  • With You
  • AKU MENERTAWAKAN LUKAMU? || TAMAT
  • BUNGA KEMBALI
  • love and hate

Bismillah semoga cerita ku bisa menghibur kalian ya teman-teman. Dan sebelum baca follow dulu ya biar nggak ketinggalan update terbaru dari aku Pertemuan ku ditaman itu membuat teringat akan apa yang pernah ia perbuat pada ku dan ibu ku menjadi kan goresan luka dihati ku akan kata kata yang mereka ucapkan tapi tetap ada rasa terima kasih ku atas apa yang mereka berikan pada ku saat itu. "Pergi kalian dari rumah ku tidak usah kalian injak kan kaki kalian lagi disini kalian sudah tak dianggap lagi"ujar nya pada ku dan ibuku membuat air mata lolos dari pelupuk mata nya membuat hati ku sakit tapi kenapa rasa nya lidah ini kelu untuk menjawab apa yang dikatakan nya Padahal selama ini aku dan ibu ku selalu ada dipihaknya kenapa itu yang ia katakan pada kami Segitu rendah kah harga diri kami bisa dia lakukan seenak nya Kembali..... "Aku takut jika harus mendengar nama itu dan tempat itu lagi membuat ku punya rasa dendam jika harus mendengar nya lagi bahkan bertemu orang orang seperti itu aku sudah tak sanggup lagi mas"ujar ku menangis dalam pelukan hingga baju nya basah karena berapa banyak air mata yang ku keluar kan. "Menangis lah sebanyak kamu mau dek,mas akan disini bersama mu agar kamu tidak takut lagi "ujar nya masih memeluk ku

More details
WpActionLinkContent Guidelines