Hampa yang hambar

Hampa yang hambar

  • WpView
    LECTURAS 150
  • WpVote
    Votos 17
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, ene 21, 2021
WpInfo
Ficción
Romance
Sebuah cerita tentang beberapa orang yang mungkin terjadi pada diri kita sendiri dimana titik lemahnya tertusuk sesuatu yang sangat melukai bahkan tak bisa untuk diobati oleh waktu tapi orang - orang seperti itu bisa memaknai kata luka itu menjadi sebuah seni dengan cara menikmatinya tanpa mengeluh karena sakit itu. Dedikasi tertinggi untuk mereka yang bisa menahan sakit itu tanpa mengharapkan penghargaan
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • MY HOPE IS YOU (END)
  • BALADA KEHIDUPAN
  • If we can together
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • BERNARD BEAR
  • Here I'm Waiting For [You]~(END)
  • Memory [COMPLETED]
  • Missing Piece

Dia periang tapi tidak senang, dia gembira tapi juga penuh luka. Hanya berbagi kisah bahagia tanpa kesedihan. Menceritakan kasih sayang yang penuh damba. Munafik? menutup kesedihan dengan kebahagiaan? Menunjukkan "Aku kuat aku bisa, ya aku mampu!. Apa jadinya bila semua itu terjadi pada perempuan yang mendiskripsikan dirinya sendiri seperti paragfraf diatas? Dia tidak terlihat bergoyang ketika bagian patahan kayu yang kokoh itu menggores tubuhnya. Masih berdiri tegak menantang siapa lagi yang akan menenggelamkan dia dalam badai ini. Kisah yang akan di bagikan menceritakan tentang bagaimana hidupnya mulai berjalan seiring waktu yang memaikan perasaannya. Rupanya dia tidak sekuat yang dibayangkan. Goresan patahan itu ternyata meninggalkan bekas yang tidak terlihat namun dapat dirasakan. Mulai mencari penompang mencari siapa yang bisa menyanggah tubuhnya berdiri tegak kembali. Siapa seseorang itu yang bisa menyembuhkan lukanya yang ternyata kian melebar. terlalu lama ia pendam sendiri sampai tidak sadar dirinya sudah mulai rapuh dan terkikis. "Kamu? ia kamu, tolong bawa dia kembali rangkul dia sekuat mungkin, lettakan tanganmu didadanya seraya berkata " semua akan baik-baik saja".

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido