We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
LEIA
  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 1, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Heh, mungkin aku bodoh. Oh tentu tidak. Aku lulusan universitas ternama di negara ini. Atau aku terlalu banyak mengkonsumsi LSD hingga halusinasi dengan jantung yang terus berdetak tak karuan? Maaf saja, tapi aku membenci narkoba. Lalu apa? Kenapa kau seakan nyata dihadapanku. Dengan senyum lembut dan tangan terbuka. "Sandi", ah betapa merdu suara itu. Lonceng berdenting pun kalah. Cantik sekali..., . Apakah aku berdosa karena memuja lukisan ini? Ya, tentu saja. Tapi aku tak keberatan. Selama aku bisa hidup bersama fatamorgana menyenangkan ini. Oh, Leia.
All Rights Reserved
#115
sandi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Diary Zofanya
  • Kita Sembuh Bareng?
  • Incest (TERBIT)
  • Wildest Dreams
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)
  • GREENSTA [END]
  • Trial & Error
  • Mr. Perfectly Fine [COMPLETED]
  • LOSE OR GET YOU
  • Mencintai Nania

Setidaknya aku ingin merasa kali ini jiwaku hidup. Aku selalu menunggu sinar bulan untuk menerangi kegelapan malam ku. Aku selalu menunggu mentari datang menyapa menyambut pagi ku. Tapi sayangnya, semua itu tak pernah lagi kurasakan. Setiap hembusan nafasku, rasanya selalu mencekik di pangkal tenggorokan ku. Seolah-olah dunia memang tidak menginginkan aku untuk ada. Aku benci keadaan ini. Aku lelah. Tapi aku tak bisa menyerah untuk saat ini. "Bisakah kamu hadir hanya untuk menyembuhkan luka ini sekejap saja? aku sakit Ga" aku menekuk lutut di sudut kamar dengan air mata yang tak berhenti jatuh membasahi pipi putihnya. Jemarinya kuat mengepal, merefleksikan bahwa ia sedang sangat ketakutan. Kusematkan namamu dalam hatiku. Sejauh apapun dirimu saat ini, aku akan selalu membawamu mengabadi. Argio Devanandra. Dalam relung hatiku, aku katakan aku mencintaimu. Dari masa lalumu Zofanya Anggia Putri

More details
WpActionLinkContent Guidelines